Berita, Nasional

[HEBOH] Usut Kematian Sutrimo, Anggota DPR Hinca Panjaitan Desak Polisi Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Repelita.id

12 August 2026 20:47 WIB

[HEBOH] Usut Kematian Sutrimo, Anggota DPR Hinca Panjaitan Desak Polisi Periksa Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah tegas ditunjukkan oleh anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan yang mendesak aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah terkait misteri kematian Sutrimo.

Mendiang Sutrimo diketahui pernah menduduki posisi sebagai kepala rumah tangga Febrie Adriansyah semasa aktif menjabat di instansi kejaksaan.

ADVERTISEMENT

Proses hukum atas kematian Sutrimo telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan oleh Polda Metro Jaya setelah sebelumnya dilaporkan oleh pihak keluarga akibat ditemukannya sejumlah kejanggalan.

Hinca menegaskan tidak boleh ada pihak yang dikecualikan dalam proses pengusutan perkara ini demi terungkapnya fakta secara penuh.

"Menurut saya siapapun, apalagi Febrie kan, karena yang nyangkut ke dia kan begitu. Jadi saya kira penyidik sudah tahu lah siapa yang harus mereka periksa. And tugas kita nanti menanyakannya," kata Hinca Panjaitan.

Ia menjelaskan bahwa ketentuan regulasi hukum acara pidana mewajibkan penyidik memanggil seluruh saksi yang berkaitan langsung dengan kejadian guna mengumpulkan bukti yang komprehensif.

"Jangan ada yang ditinggal, karena memang KUHAP yang baru ini, KUHAP baru kita baru berlaku tahun ini mengharuskan itu semua, selengkap-lengkapnya, seutuh-utuhnya," kata Hinca Panjaitan.

Legislator tersebut juga berniat mengusulkan pemanggilan resmi jajaran kepolisian dalam rapat kerja Komisi III DPR RI guna mengawal penanganan perkara yang menyita perhatian publik ini.

"Saya mengusulkan nanti di sidang masa sidang berikut ini agar Komisi III mengagendakan secara khusus perkara ini yang sudah menjadi perhatian publik sejak satu bulan terakhir," kata Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik hukum, keorganisasian olahraga, hingga dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Sementara itu Tim Forensik Polda Metro Jaya bergerak melakukan proses pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di TPU Desa Wlahar Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Langkah pembongkaran makam tersebut ditujukan untuk melakukan tindakan autopsi ulang guna memastikan penyebab pasti kematian korban secara medis.

Kuasa hukum keluarga korban Aan Rohaeni mengonfirmasi pelaksanaan tindakan medis di area pemakaman umum tersebut.

"Fix, iya. Tadi juga sudah koordinasi bahwa besok (hari ini) fix dan kami sudah ada di tempat ekshumasi pukul 10," kata Aan Rohaeni.

Pihak keluarga memutuskan untuk tidak menyaksikan langsung proses ekshumasi di lapangan dan menyerahkan sepenuhnya pendampingan kepada tim kuasa hukum.

"Artinya pada prinsipnya kita menyerahkan segalanya pada proses hukum," kata Aan Rohaeni.

Aan menerangkan keputusan tidak hadir secara fisik diambil demi menjaga kondisi mental serta psikologis ibu kandung almarhum yang masih terguncang.

"Pihak keluarga sudah memberikan pernyataan tidak akan menolak atau apa pun, tapi memang pihak keluarga memutuskan kehadirannya hanya diwakili oleh saya," kata Aan Rohaeni.

Faktor ketahanan emosional keluarga menjadi pertimbangan utama di balik penunjukan perwakilan hukum di lokasi autopsi.

"Alasannya keluarga tidak ikut menyaksikan karena tidak bakal kuat," kata Aan Rohaeni.

Aan memahami betul beban psikologis yang dirasakan oleh seorang ibu ketika harus melihat jenazah anaknya dibongkar kembali.

"Intinya sebenarnya sekarang itu lebih kepada mendampingi psikologi ibu. Karena kita tahu sendiri ya, saya juga seorang orangtua. Lihat anak jatuh aja kepleset kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini pasti sangat bukan hal yang mudah," kata Aan Rohaeni.

Area pemakaman telah disterilkan dengan garis polisi oleh aparat Polresta Banyumas beserta pendirian tenda khusus autopsi forensik.

Pihak keluarga menegaskan komitmennya untuk kooperatif dan menepis isu liar di media sosial yang menyebutkan adanya penerimaan uang damai bernilai miliaran rupiah. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung