Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial X dari akun Indonesian Poop Base pada tanggal 22 April 2026 mendadak viral setelah menampilkan kejanggalan dalam sebuah wawancara.
Dalam video yang diunggah tersebut, terlihat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang diwawancarai di sela-sela aktivitas renangnya.
ADVERTISEMENT
Keanehan pertama yang langsung menyita perhatian warganet adalah tulisan Property of Metrotv yang muncul di dalam tayangan tersebut.
Namun yang lebih mencolok dan mengundang tanya adalah logo mikrofon yang digunakan dalam wawancara itu jelas-jelas milik tvOne.
Akun Indonesian Poop Base hanya menuliskan keterangan singkat berbunyi "IGRS 3+" disertai dengan tautan video yang dimaksud.
Warganet pun ramai-ramai mempertanyakan konsistensi dan profesionalisme di balik produksi konten wawancara tersebut.
Mikrofon dengan logo tvOne yang mencolok itu dinilai tidak seharusnya muncul jika memang produksi tersebut milik MetroTV.
Banyak komentar yang menyoroti bagaimana sebuah wawancara bisa menampilkan atribut dua stasiun televisi berbeda secara bersamaan.
Ketidaksesuaian antara klaim kepemilikan konten dan atribut yang terlihat di lapangan memicu spekulasi di kalangan publik.
Beberapa warganet menduga bahwa hal ini mungkin terjadi karena proses pengambilan gambar yang terburu-buru tanpa pengecekan detail yang matang.
Ada pula yang menilai bahwa kejadian ini mencerminkan kurangnya koordinasi antar tim produksi di lapangan.
Video yang beredar luas tersebut memperlihatkan suasana wawancara yang tampak santai karena dilakukan saat Prabowo sedang berenang.
Namun kenyamanan suasana tersebut langsung terusik oleh anomali visual yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam produksi konten profesional.
Logo tvOne yang menempel pada mikrofon menjadi kontras dengan klaim hak cipta yang tertulis milik MetroTV di layar.
Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari kedua stasiun televisi terkait mengenai kepemilikan yang sah atas konten wawancara tersebut.
Sementara itu, unggahan dari Indonesian Poop Based terus mendapatkan ribuan like dan retweet dari pengguna X yang penasaran.
Kekeliruan teknis semacam ini dinilai oleh sebagian pengamat sebagai kelalaian yang seharusnya bisa dihindari dengan prosedur standar yang ketat.
Fenomena ini juga memicu diskusi lebih luas tentang kualitas kontrol produksi konten media di Indonesia saat ini.
Warganet berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang demi menjaga kredibilitas lembaga pers.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
IGRS 3+ pic.twitter.com/drQUCXb5gP
— Indonesian Poop Base (@iPoopBased) April 22, 2026