Repelita Jakarta - Diskusi mengenai prioritas program pengentasan masalah sosial kembali mencuat di ruang publik setelah seorang tokoh agama melontarkan pandangan kritis mengenai kebutuhan mendasar masyarakat.
Tanggapan bernada koreksi terhadap kebijakan pemerintah tersebut disebarluaskan oleh akun media sosial @Hilmi28 pada tanggal 4 September 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan yang menyedot perhatian ribuan tayangan tersebut, sang penceramah membeberkan sejumlah sektor krusial yang seharusnya menjadi fokus utama negara ketimbang program pembagian makanan bergizi.
Pemilik akun tersebut menuliskan pandangannya secara terbuka dengan kalimat: Kebutuhan mendesak di negeri ini adalah lapangan pekerjaan seluas2nya, akses kesehatan dan pendidikan gratis/murah sampai level sarjana.
Pernyataan itu dilanjutkan dengan penegasan bahwa pemenuhan jaminan kesejahteraan dasar tersebut akan berdampak langsung pada kemandirian warga tanpa harus bergantung pada program bantuan makanan.
Cuitan itu ditutup dengan pernyataan bersyarat serta doa bagi para pencari nafkah melalui kalimat: Kalau itu tercukupi, insya Allah MBG tdk diperlukan lagi. Semoga bapak yg terjatuh baik2 saja. Utk para pejuang Rupiah...lahumul faatihah 🤲.
Unggahan yang memicu perbincangan hangat di linimasa tersebut seketika mengundang beragam komentar pedas dan sorotan kritis dari para pengguna internet.
Salah satu tanggapan sinis disampaikan oleh akun @Aryo_Kiss75 yang menyoroti kinerja jajaran kabinet pemerintah dalam mengatasi krisis sektor ketenagakerjaan.
Pengguna akun tersebut menuliskan kekecewaannya secara emosional dengan kalimat: Sungguh miris ðŸ˜ðŸ˜ masak byk Menteri jg byk staf ahli ga becus nangani masalah ketenagakerjaan ini.. mkn gaji buta dr pajak rakyat.. ora iso kerjo kanggo rakyat'e.. SUNGGUH MEMALUKAN.. 😡😡.
Kritik bernada sindiran ironis juga dilayangkan oleh akun @feydyb
yang mempertanyakan realisasi janji penciptaan lapangan pekerjaan di era pemerintahan saat ini.
Akun tersebut menuliskan komentar kritikan langsung dengan kalimat: Ini bagian dari 19 juta pekerjaan ya @prabowo ? @gibran_tweet 😅😅.
Perdebatan di ruang siber ini terus bergulir dengan menyoroti efektivitas program pemerintah di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat kelas bawah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Kebutuhan mendesak di negeri ini adalah lapangan pekerjaan seluas2nya, akses kesehatan dan pendidikan gratis/murah sampai level sarjana. Kalau itu tercukupi, insya Allah MBG tdk diperlukan lagi. Semoga bapak yg terjatuh baik2 saja. Utk para pejuang Rupiah...lahumul faatihah 🤲 pic.twitter.com/WqAi6ibQKD
— Hilmi Firdausi (@Hilmi28) September 4, 2026