Berita, Timur Tengah

Hizbullah Balas Serang Haifa, IRGC Klaim Hantam 25 Target Strategis di Timur Tengah

Repelita.id

09 April 2026 19:54 WIB

Hizbullah Balas Serang Haifa, IRGC Klaim Hantam 25 Target Strategis di Timur Tengah
Foto: Istimewa

Repelita Haifa - Langit Haifa kembali memerah dengan dentuman rudal yang bersahut-sahutan di tengah masa jeda damai yang belum genap dua pekan berlangsung.

Kelompok Hizbullah melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik militer Israel, menandai bahwa perang belum benar-benar usai melainkan hanya berhenti sejenak untuk mengatur napas.

ADVERTISEMENT

Sasaran serangan disebut berada di kawasan militer sekitar Haifa, wilayah strategis yang terletak di utara Israel.

Rudal-rudal itu diluncurkan sebagai respons atas terbunuhnya sejumlah petinggi Hizbullah akibat gelombang serangan udara Israel sebelumnya.

Aksi saling balas ini menampilkan satu pola lama dalam konflik Timur Tengah bahwa setiap jeda damai selalu menyimpan bara yang siap menyala kembali.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga melanjutkan operasi True Promise 4 dengan melancarkan gelombang serangan ke-100 ke sejumlah sasaran di Timur Tengah.

IRGC menyatakan telah berhasil menargetkan lebih dari 25 sasaran strategis, termasuk 13 fasilitas energi di kawasan tersebut.

Fasilitas-fasilitas yang menjadi sasaran termasuk pabrik petrokimia milik perusahaan Amerika Serikat di Arab Saudi serta fasilitas minyak milik perusahaan Amerika lainnya.

Di sisi lain perbatasan, Lebanon kembali bergetar akibat intensitas serangan yang terus meningkat dari kedua belah pihak.

Rekaman kamera pengawas menampilkan warga berlarian di jalan-jalan sempit, sebagian berteriak ketakutan sementara lainnya memeluk anak-anak mereka mencari perlindungan.

Asap pekat membumbung dari titik-titik ledakan, melukiskan langit kelabu dan menghancurkan harapan akan perdamaian.

Militer Israel melalui Pasukan Pertahanan Israel mengklaim telah menggempur sekitar 100 target dalam waktu singkat di berbagai wilayah Beirut.

Operasi ini disebut sebagai bagian dari kampanye udara besar yang dilaporkan bernama Eternal Darkness.

Sebuah operasi yang menegaskan bahwa strategi ofensif Israel tetap berjalan meskipun diplomasi sedang dirajut di belakang meja perundingan.

Di panggung diplomasi, nama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mencuat sebagai mediator penting yang mendorong tercapainya gencatan senjata sementara antara Washington dan Teheran.

Ia bahkan mengundang utusan kedua negara untuk melanjutkan negosiasi lebih lanjut di Islamabad pada tanggal 10 April 2026.

Namun bayang-bayang kegagalan terus mengintai di tengah perbedaan interpretasi mengenai cakupan kesepakatan.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militernya akan tetap siaga penuh di sekitar Iran hingga kesepakatan benar-benar dipatuhi oleh semua pihak.

Pernyataan itu seperti garis tipis antara damai dan perang, sebuah peringatan bahwa jeda ini bisa berakhir kapan saja.

Dari Teheran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran siap menghentikan operasi militernya jika serangan terhadap wilayahnya benar-benar dihentikan.

Iran juga menjanjikan pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua pekan, jalur energi vital dunia yang selama konflik menjadi simbol tekanan geopolitik.

Namun di jalan-jalan Teheran, euforia bercampur dengan rasa curiga yang mendalam terhadap niat baik Amerika Serikat.

Warga menyadari bahwa jeda perang bukanlah akhir, melainkan hanya kesempatan bagi kedua pihak untuk mengumpulkan tenaga kembali.

Skeptisisme itu tumbuh dari sejarah panjang pelanggaran kesepakatan yang berulang kali terjadi di kawasan tersebut.

Di tengah semua ketegangan itu, sekitar 281 warga negara Indonesia masih berada di Iran dan membutuhkan perlindungan.

Pemerintah melalui KBRI bersiap melakukan evakuasi bertahap, memastikan jalur aman di tengah situasi yang terus berubah setiap saat.

Perang di Timur Tengah kini memasuki babak yang jauh lebih kompleks dengan rudal yang masih terus meluncur.

Di antara ledakan dan negosiasi yang berjalan paralel, satu hal menjadi jelas bahwa kedamaian di kawasan ini belum pernah benar-benar sederhana.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung