Berita, Timur Tengah

Hizbullah Tawan Tentara Israel di Lebanon, Konflik Iran dengan AS Kian Memanas

Repelita.id

16 April 2026 23:00 WIB

Hizbullah Tawan Tentara Israel di Lebanon, Konflik Iran dengan AS Kian Memanas
Foto: Istimewa

Repelita Bint Jbeil - Hizbullah berhasil menawan tentara Israel di Lebanon selatan di tengah konflik Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel yang semakin panas memasuki hari ke-47.

Media Israel sempat melaporkan kabar mengejutkan bahwa tiga tentara Zionis diklaim ditawan, namun fakta sebenarnya justru sebaliknya berdasarkan konfirmasi dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana laporan L'Orient Today, militer Israel-lah yang mengumumkan telah menangkap tiga anggota Hizbullah, bukan tentara Zionis yang ditawan oleh pihak perlawanan.

Pada Selasa (14/4) malam, media Israel melaporkan bahwa pasukan Brigade Givati berhasil menangkap tiga pejuang Hizbullah di kota Bint Jbeil yang terkepung.

Jurnalis Channel 12 Israel, Hallel Bitton Rosen, menulis di akun X-nya bahwa selama bentrokan dengan sel Hizbullah, satu anggota terkena tembakan dan terluka parah sementara dua lainnya terluka lebih ringan, membuang senjata, dan menyerah.

Tak mau kalah, Hizbullah melancarkan serangan balik yang spektakuler dengan menyerang konvoi yang membawa Eyal Zamir, Kepala Staf Militer Israel, pada Rabu (15/4).

Serangan ini terjadi saat Zamir melakukan kunjungan ke Divisi 162 militer Zionis yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami kegagalan dalam upaya menduduki kota Bint Jbeil.

Dalam 24 jam terakhir, Perlawanan Islam Lebanon mengumumkan telah melakukan 65 operasi terhadap posisi-posisi Zionis dengan rincian 40 operasi di wilayah Lebanon dan 25 operasi di Wilayah Pendudukan Palestina.

Akibat serangan ini, musuh Zionis kehilangan 2 unit tank, 1 unit buldoser, 5 pucuk artileri, serta 16 unit perumahan di permukiman Zionis hancur.

Pertempuran di Lebanon ini tidak bisa dilepaskan dari konflik besar antara Iran melawan AS dan Israel yang semakin memanas.

Setelah serangan udara AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, Hizbullah yang merupakan sekutu kuat Iran kembali meluncurkan serangan roket ke Israel pada 2 Maret 2026.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, dan pinggiran Beirut.

Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.

Gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS yang diumumkan pekan lalu pupus setelah pada 9 April Israel melancarkan serangan besar ke Beirut dan kota-kota di Lebanon selatan sehingga keesokan harinya Hizbullah kembali melanjutkan operasi tempurnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa serangan Israel sejak eskalasi kembali pada 2 Maret kini telah menewaskan 2.124 orang dan melukai lebih dari 6.921 jiwa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung