Berita, Internasional

Horor Washington: Detik-detik Penembakan Trump Hingga Tangis Pilu Erika Kirk, "Saya Cuma Ingin Pulang"

Repelita.id

27 April 2026 22:56 WIB

Horor Washington: Detik-detik Penembakan Trump Hingga Tangis Pilu Erika Kirk, "Saya Cuma Ingin Pulang"
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Horor melanda acara White House Correspondents' Dinner di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/4/2026) malam ketika rentetan tembakan memecah kemegahan jamuan makan malam bergengsi tersebut .

Detik-detik mencekam terjadi pada pukul 20.35 waktu setempat saat suasana ballroom sedang hangat dan tiba-tiba suara dentuman keras menggelegar dari arah pos pemeriksaan keamanan .

ADVERTISEMENT

Para tamu yang terdiri dari jurnalis, pejabat tinggi, selebritas, dan kalangan elite lainnya langsung panik dan berhamburan mencari perlindungan di bawah meja dan di balik tirai .

Mentalis Oz Pearlman yang saat itu sedang menghibur Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menggambarkan momen tersebut sebagai pengalaman paling mengerikan dalam hidupnya .

"Secret Service membawa Presiden ke samping… mereka menjatuhkannya dengan sangat keras untuk melindungi tubuhnya. Saya berpikir, 'Apakah kita akan mati?'" kenang Pearlman dengan suara bergetar .

Di tengah kekacauan yang terjadi hanya dalam hitungan detik, seorang wanita bernama Erika Kirk menjadi pusat perhatian ketika kamera menangkap tangisnya yang pilu saat dikawal keluar dari hotel .

"Saya cuma ingin pulang," lirih Erika Kirk dengan mata berkaca-kaca dan tubuh gemetar saat digandeng oleh petugas keamanan melewati barikade kepolisian .

Tangisan Erika Kirk ini bukan tanpa sebab karena ia adalah janda dari aktivis politik Charlie Kirk yang tewas ditembak dalam sebuah acara di Utah pada September 2025 lalu .

Insiden penembakan yang kembali ia alami secara langsung ini seolah membuka kembali luka lama yang telah berusaha ia kubur selama berbulan-bulan .

Sementara itu Presiden Trump berhasil dievakuasi oleh agen Secret Service melalui jalur belakang hotel dengan pengawalan ketat dari tim SWAT .

Dalam unggahannya di Truth Social pada pukul 21.17, Trump mengumumkan bahwa terduga pelaku penembakan telah berhasil ditangkap oleh aparat keamanan .

Pelaku diidentifikasi bernama Cole Tomas Allen (31), seorang lulusan teknik mesin dari kampus elit Caltech yang berasal dari Torrance, California .

Allen yang dikenal sebagai guru privat cerdas dan berprestasi ini diduga meninggalkan sebuah manifesto yang mengindikasikan pandangan anti-Kristen yang kuat .

Mantan agen FBI Daniel Brunner menyebut aksi Allen sebagai lone wolf yang sangat terencana dan bukan tindakan spontan semata .

Allen diketahui menginap di hotel tersebut sejak sehari sebelumnya, menyembunyikan senjata di dalam koper, dan berhasil melewati protokol hotel sebelum akhirnya diringkus .

Pukul 21.36 Trump akhirnya meninggalkan Washington Hilton atas permintaan penegak hukum yang menganggap lokasi masih belum sepenuhnya aman .

Para tamu yang masih berlindung di dalam ballroom mulai dikawal keluar secara bertahap setelah petugas memastikan situasi relatif aman .

Pada pukul 22.30 Trump mengadakan konferensi pers dari Gedung Putih bersama kepala FBI Kash Patel dan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche .

Dalam konferensi pers tersebut Trump mengungkapkan kesannya bahwa tersangka kemungkinan besar bertindak sebagai serigala tunggal atau lone wolf .

Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Pirro mengatakan bahwa pihak berwenang berencana untuk secara resmi mendakwa tersangka di pengadilan federal pada hari Senin (27/4/2026) .

FBI saat ini tengah melakukan penggeledahan intensif di kediaman Allen di California untuk mengungkap motif serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi nekat tersebut .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung