Repelita Jakarta - Penulis Tere Liye menyuarakan kritik tajam terkait proyek megah Ibu Kota Nusantara yang dinilainya terlaksana tanpa perhitungan matang serta membebani keuangan negara.
Melalui postingan di akun sosial medianya pada Sabtu (15/8/2026), ia membandingkan pola perjuangan rakyat kecil saat mendirikan hunian dengan proyek infrastruktur pemerintah.
ADVERTISEMENT
Kritik tersebut menyoroti pembengkakan utang negara demi pembangunan kawasan baru yang berisiko berujung sepi penghuni.
Ia juga menyentil penurunan alokasi anggaran pembangunan di tahun berjalan yang dinilai memengaruhi kelanjutan proyek kawasan tersebut.
Kritikan terbuka sang novelis di ruang digital tersebut langsung memicu berbagai reaksi serta respons dari warganet.
Akun @Komang Xoeplanx (15/8/2026) menyampaikan tanggapan berseni sindiran mengenai alih fungsi kawasan tersebut.
"Katanya nanti dijadikan tempat kupas bawang"
Sementara itu akun @Cep Surachev (15/8/2026) membandingkan efektivitas pemanfaatan megaproyek tersebut dengan fasilitas publik lain.
"Sama dengan bandara Kertajati.. dulu ada yang teriak pasti rame rame.."
Respons bernada satire juga disampaikan oleh akun @Abahe Alhasany (15/8/2026) dalam kolom komentar.
"Kata bapak itu... Ini keputusan rakyat.... Bismillah komisaris"
Adapun akun @Hendri Irawan BinAbdulKarim (15/8/2026) menilai konsistensi sang penulis dalam mengkritisi kebijakan publik.
"Jarang-jarang Bg Tere ketawa dalam postingannya, kali ini tertawa, pertanda muak memuncak?? Bedanya, beliau tetap konsisten kritis, mengedukasi.."
Kritik keras mengenai tata kelola anggaran negara dilontarkan oleh akun @Ahmad Bintang Ibrahim Rifat (15/8/2026).
"proyek pemerintah = komisi, fee, nilep, korupsi, nyolong, maling, rampok, garong"
Pengguna media sosial lain lewat akun @Unti Lestari (15/8/2026) menyuarakan beban yang harus ditanggung warga.
"semangat nyicil n bayar pajak kita Rakyat jelata"
Sementara akun @Anaist Refa (15/8/2026) mengkritik ketergantungan pemerintah terhadap penarikan pembiayaan luar negeri.
"Hutang...hutang... hutang.... Jokowi dan Prabowo sama2 suka berhutang. Tak ada yg patut dibanggakan..."
Tanggapannya juga disandingkan dengan isu upah buruh oleh akun @Miftah (15/8/2026) melalui pertanyaan kritis.
"Bang tere, Kata pak pre,kupas bawang perkilo nya 700 ribu? Sedang kan di sini perkilo cuma 2 ribu,ini yang bener yang mna ya?apa aku salah pilih tempat"
Ungkapan keprihatinan atas situasi ekonomi nasional disampaikan oleh akun @Suriatun Ummu Zaid (15/8/2026).
"Sedihnya dengan kondisi Indonesia ku."
Saran untuk menghentikan pembangunan fasilitas baru dilontarkan oleh akun @Sudarmo Bahari (15/8/2026).
"Sepakat. Pembangunan IKN dihentikn sj."
Kekecewaan terhadap kinerja para pembuat kebijakan disuarakan oleh akun @Sulistinah (15/8/2026).
"Sebagai rakyat kecil sudah capek lihat tingkah laku para pejabat MUAK"
Sedangkan akun @Munifah (15/8/2026) mengulas keberlanjutan proyek negara dari sudut pandang kebijakan publik.
"Bagi para pejabat program mangkrak itu hal biasa, karena bukan mereka yang nanggung kerugian tapi rakyat, bahkan mereka udah mengeruk keuntungan sebelum programnya berjalan, tapi itulah fakta kebijakan penguasa negri kapitalis tidak pernah pro rakyat tapi pro oligarki"
Persoalan dampak ekologis dari pembukaan lahan baru disinggung oleh akun @Kavling Makam Karawang (15/8/2026).
"Dulunya area IKN adalah paru² dunia.. ber 2 dg Amazon.. Sekarang...?"
Komentar penutup disuarakan oleh akun @Elizabeth Rahayu (15/8/2026) yang menyoroti akumulasi beban finansial negara.
"OMG Miris Hutang RI menembus 1200 Trilyun" (*)
Editor: 91224 R-ID Elok