Berita, Nasional

Indonesia sepakati 'kerja sama pertahanan besar' dengan AS di tengah agresi ke Iran

Repelita.id

14 April 2026 22:48 WIB

Indonesia sepakati 'kerja sama pertahanan besar' dengan AS di tengah agresi ke Iran
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati kerja sama pertahanan besar atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) di tengah agresi AS yang tengah berlangsung terhadap Iran, dalam pertemuan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Pentagon pada Senin, 13 April 2026.

Kemitraan ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk memajukan kerja sama pertahanan bilateral guna menjaga perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan Indo-Pasifik, menurut pernyataan resmi Kementerian Perang AS.

ADVERTISEMENT

Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya Departemen Perang dalam mengembangkan hubungan keamanan kami yang aktif dan berkembang dengan Indonesia, kata Hegseth kepada Sjafrie, mencatat bahwa kedua negara menyelesaikan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya.

Patut dicatat bahwa Hegseth belakangan kerap mendapat sorotan terkait retorikanya sepanjang serangan AS ke Iran sejak Februari 2026, dimana ia kerap menggambarkan serangan itu sebagai perang agama.

Dalam sambutan singkatnya, Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa hari ini kami hadir di sini sebagai delegasi Indonesia dengan antusiasme yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita.

Kami bekerja atas nama saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional kami, ujar Sjafrie di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Perjanjian kerja sama baru ini menampilkan tiga pilar dasar yakni organisasi militer dan peningkatan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional.

Kedua negara akan berupaya mengeksplorasi inisiatif-inisiatif mutakhir, termasuk mengembangkan bersama kemampuan asimetris yang canggih serta memelopori teknologi pertahanan generasi mendatang.

Baik Hegseth maupun Sjafrie menggambarkan kerja sama pertahanan ini sebagai garis keberangkatan atau istilah militer untuk memulai misi baru bagi negara masing-masing di tengah memanasnya ketegangan global.

AS dan Indonesia telah memelihara hubungan diplomatik formal selama lebih dari 75 tahun sejak tahun 1949 tepat setelah perang kemerdekaan Indonesia dari Belanda.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung