Berita, Internasional

Intel AS Kaji Risiko Deklarasi Kemenangan Perang Trump atas Iran

Repelita.id

29 April 2026 23:17 WIB

Intel AS Kaji Risiko Deklarasi Kemenangan Perang Trump atas Iran
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Badan intelijen Amerika Serikat tengah mengkaji secara mendalam kemungkinan reaksi Iran jika Presiden Donald Trump secara sepihak mendeklarasikan kemenangan dalam perang yang telah berlangsung selama dua bulan, berdasarkan laporan eksklusif Reuters yang terbit pada Rabu, 29 April 2026.

Langkah analisis risiko ini dilakukan di tengah meningkatnya beban politik yang sangat berat bagi Gedung Putih akibat konflik bersenjata yang telah menelan ribuan korban jiwa dari kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

Para pejabat senior pemerintah secara khusus meminta komunitas intelijen untuk menganalisis implikasi strategis jika Trump memutuskan untuk menarik diri dari konflik secara bertahap.

Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran besar di kalangan penasihat presiden bahwa perang yang tidak populer ini dapat menyebabkan kekalahan telak bagi Partai Republik pada pemilihan paruh waktu atau midterm yang akan digelar akhir tahun ini.

"Tujuan analisis ini adalah untuk memahami implikasi dari potensi mundurnya Trump dari konflik yang dikhawatirkan dapat berkontribusi pada kekalahan besar Republik di pemilihan sela nanti," ujar salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

Meskipun keputusan final belum diambil oleh presiden, deeskalasi cepat dianggap dapat meredakan tekanan politik yang terus membayangi kursi kepresidenan saat ini.

Namun risiko terbesarnya adalah Iran bisa merasa berada di atas angin sehingga berpotensi membangun kembali program nuklir dan rudal balistik mereka yang mengancam sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sumber intelijen menyebutkan bahwa jika Trump menyatakan kemenangan namun tetap mempertahankan kehadiran pasukan besar-besaran di perairan Teluk, Teheran kemungkinan besar akan melihat langkah tersebut hanya sebagai taktik negosiasi belaka.

Sebaliknya, jika Amerika Serikat benar-benar menarik seluruh pasukannya dari kawasan tersebut, Iran akan menganggap hal itu sebagai kemenangan mutlak yang diraih melalui ketahanan dan strategi perlawanan.

"Jika Trump mendeklarasikan kemenangan dan AS menarik pasukannya di kawasan tersebut, Iran kemungkinan besar akan memandangnya sebagai sebuah kemenangan bagi mereka," kata sumber tersebut mengakhiri penjelasannya.

Hingga saat ini, biaya politik yang harus dibayar oleh Trump dinilai sangat tinggi tercermin dari jajak pendapat terkini yang menunjukkan kampanye militer ini sangat tidak populer di mata warga Amerika.

Hanya sekitar 26 persen responden yang menganggap bahwa perang melawan Iran ini sepadan dengan seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh negara.

Selain itu, penutupan total Selat Hormuz oleh angkatan laut Iran telah melonjakkan harga energi global dan secara langsung menyebabkan harga bensin di pompa-pompa pengisian bahan bakar Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa pemerintah tetap mengedepankan keamanan nasional dan tidak akan terburu-buru mengambil kesepakatan yang dinilai merugikan kepentingan Amerika.

Ia menegaskan kembali posisi tegas Trump bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun setelah konflik ini berakhir.

"Presiden hanya akan menandatangani kesepakatan yang mengutamakan keamanan nasional AS, dan dia telah menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Kelly dalam pernyataan resminya.

Meskipun opsi militer seperti serangan udara susulan terhadap pemimpin politik dan militer Iran masih tersedia di atas meja, opsi invasi darat ke daratan Iran kini dinilai semakin kecil kemungkinannya dibandingkan beberapa minggu lalu.

Di sisi lain, intelijen Amerika melaporkan bahwa Iran telah memanfaatkan masa jeda gencatan senjata sejak 8 April lalu untuk memperbaiki infrastruktur militer, peluncur rudal, dan armada drone mereka yang sebelumnya hancur akibat pemboman gabungan AS dan Israel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung