Repelita [Jakarta] - Hasil riset terbaru dari Indonesia Political Opinion menunjukkan tingkat keterpilihan Partai Solidaritas Indonesia masih tertahan di angka 1,9 persen.
Capaian elektoral tersebut tidak mengalami kenaikan berarti dalam rentang waktu satu setengah tahun belakangan.
ADVERTISEMENT
Kondisi stagnan ini terus bertahan walaupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo kerap menggelar safari politik di berbagai wilayah.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyampaikan bahwa manuver politik tokoh nasional tersebut belum memberi efek instan pada popularitas elektoral partai.
"Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo (Jokowi) melakukan roadshow ke sejumlah daerah," kata Dedi Kurnia Syah.
Salah satu tantangan utama organisasi politik ini terletak pada ketimpangan antara popularitas nama dengan konversi suara dukungan pemilih.
Data riset mencatat sebanyak 70,2 persen responden mengenali lambang partai secara visual.
Namun angka kenal yang tinggi tersebut tidak berbanding lurus saat responden diminta menentukan pilihan partai politik untuk tingkat DPR RI.
"Namun, tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. Dalam simulasi yang sama, PSI hanya meraih 1,9 persen suara," kata Dedi Kurnia Syah.
Tingginya popularitas di tengah masyarakat belum berhasil dimaksimalkan menjadi keputusan dukungan suara saat pemungutan suara.
Peluang perbaikan capaian elektoral menuju kontestasi Pemilu 2029 dinilai masih cukup terbuka lebar bagi partai politik ini.
Mobilisasi politik yang terus dilakukan secara konsisten diprediksi baru membuahkan dampak nyata dalam jangka panjang.
"Mungkin dampaknya baru terlihat setelah roadshow selesai, atau dalam satu tahun ke depan. Kalau dilakukan secara konsisten, bisa saja elektabilitasnya naik," kata Dedi Kurnia Syah.
Pergerakan angka dukungan partai diproyeksikan baru akan terekam secara jelas pada pelaksanaan riset pengukuran selanjutnya.
Peta persaingan partai politik dalam simulasi DPR RI masih menempatkan Partai Gerindra di posisi teratas dengan raihan 17,5 persen.
PDI Perjuangan menyusul di urutan kedua dengan 12,8 persen dan Partai Golkar memperoleh 10,4 persen.
Posisi selanjutnya diisi oleh Partai Demokrat sebesar 8,1 persen, PKB 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan Partai NasDem 4,4 persen.
Survei IPO ini melibatkan 1.200 responden dengan mengaplikasikan teknik pengambil sampel acak bertingkat pada periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Riset ini memiliki kisaran batas kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok