Berita, Internasional

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Eropa Jika Trump Tingkatkan Perang

Repelita.id

19 August 2026 22:59 WIB

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat Di Eropa Jika Trump Tingkatkan Perang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Opsi serangan militer menyasar fasilitas pertahanan Amerika Serikat di kawasan Eropa kini tengah dikaji secara mendalam oleh pihak pemerintah Iran. Pertimbangan langkah ekstrem tersebut mengemuka sebagai antisipasi jika Presiden Donald Trump melipatgandakan intensitas serangan terhadap negaranya.

Analisis potensi serangan tersebut mencakup pangkalan udara hingga infrastruktur penting komunikasi bawah laut di wilayah Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Bidikan sasaran militer menyasar pangkalan di Eropa tenggara termasuk fasilitas udara di Bulgaria serta wilayah Siprus jika militer Amerika Serikat terus melancarkan aksi ofensif.

Potensi perluasan wilayah konflik secara terbuka diutarakan oleh pihak internal sebagai bentuk pertahanan diri akhir dari ancaman luar.

"Jika AS bertindak terlalu jauh, Iran akan mempertahankan diri dengan cara apa pun, melampaui kawasan dan menyerang Eropa juga," kata sumber tersebut.

Prospek negosiasi diplomatik antara Teheran dan Washington kian meredup seiring terhentinya pembahasan pembukaan jalur pelayaran internasional.

Sikap tegas disampaikan oleh Presiden Donald Trump yang menutup pintu dialog lanjutan bersama pihak Teheran dalam waktu dekat pada Selasa (18/8/2026).

Peringatan keras mengenai status pangkalan asing yang dipakai untuk menggempur wilayah kedaulatan Iran ditegaskan bakal menjadi target balasan.

Runtuhnya nota kesepahaman yang sempat ditandatangani pada Juni lalu memicu perselisihan terbuka serta aksi saling tuduh antar kedua belah pihak.

Kritik tajam atas tekanan politik yang dilancarkan pihak Amerika Serikat dilayangkan langsung oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui akun X.

"Amerika mengira menekan Iran lebih keras akan menghasilkan konsesi yang tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan. (Menteri Keuangan AS Scott) Bessent dan (Menteri Perang AS Pete) Hegseth sudah jauh di luar kemampuan mereka. Berhentilah berharap mereka tiba-tiba menemukan solusi ajaib untuk membereskan kekacauan yang kalian buat sendiri.," kata Ghalibaf melalui platform X.

Eskalasi pertempuran kembali memuncak setelah Amerika Serikat menggelar rentetan gempuran balasan terkait insiden kapal komersial di jalur laut strategis.

Langkah balasan dilancarkan armada Iran dengan menggempur markas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sekaligus memblokir total Selat Hormuz.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung