Repelita Jakarta - Tidak sedikit publik di Indonesia, termasuk di berbagai platform media sosial, membela Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel karena menganggap Teheran sebagai pahlawan yang berani menantang agresi negara adidaya.
Namun, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste, dan ASEAN, H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri, meminta agar semua pihak melihat fakta sebenarnya di lapangan yang menurutnya tidak sepenuhnya membenarkan apa yang dilakukan oleh Iran.
ADVERTISEMENT
"Saya yakin realitas di lapangan menceritakan hal yang berbeda," ujar sang duta besar saat memberikan keterangan pers di kediamannya pada Rabu, 8 April 2026.
Menurut Dubes Abdulla Salem, alih-alih membalas penuh Israel atau menyerang pangkalan militer Amerika Serikat, Iran justru melancarkan agresi ke negara-negara tetangganya dengan menyerang beragam infrastruktur sipil.
Ia pun mengutip data lapangan yang menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen serangan militer Iran selama krisis ini menargetkan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk, sementara hanya 15 persen yang benar-benar menyasar sasaran di Israel.
"Kami pastikan tidak ada pangkalan militer kami yang dipakai untuk menyerang Iran," tegasnya seraya menjelaskan bahwa Uni Emirat Arab bersama mitra GCC-nya termasuk Yordania telah berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone yang diarahkan ke negara-negara mereka.
Per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab telah berhasil mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, serta 2.221 drone yang diluncurkan dari Iran.
Namun terlepas dari keberhasilan pencegatan tersebut, puing-puing dari proses intercepti telah jatuh di kawasan sipil yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, serta merusak infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan daerah pemukiman penduduk.
"Fakta-fakta ini jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan ini tidak terbatas pada target militer," ujar Dubes Abdulla Salem yang menegaskan bahwa klaim Iran selama ini terbantahkan oleh realitas di lapangan.
Ia mengajak seluruh negara di dunia Islam, termasuk Republik Indonesia dan rakyatnya yang ramah, untuk menilai situasi Timur Tengah secara seimbang tanpa terpengaruh oleh narasi emosional yang bertentangan dengan fakta.
"Saya juga mendorong sikap netral yang disertai solidaritas serta dukungan terhadap negara-negara Arab dan negara-negara Islam lainnya yang terdampak oleh konflik yang sedang berlangsung," ujarnya.
Dubes Abdulla Salem menekankan posisi negaranya yang mengutamakan stabilitas dan perdamaian, sehingga Uni Emirat Arab mendukung langkah gencatan senjata yang saat ini telah disepakati antara Iran dan Amerika Serikat.
"Kami selalu mendorong deeskalasi dan gencatan senjata, dan mendorong pembicaraan, kami tidak ingin ada eskalasi, kami harap ini adalah waktu terbaik untuk mendiskusikan perdamaian dan stabilitas," ujarnya.*
Editor: 91224 R-ID Elok