Repelita Teheran - Pihak berwenang Iran telah mengeksekusi mati seorang anggota organisasi Mujahedeen-e Khalq (MKO) yang dinyatakan bersalah melakukan aksi teror dan mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Terpidana bernama Soltanali Shirzadi-Fakhr dihukum gantung pada Kamis, 23 April 2026, setelah seluruh proses hukum rampung dan putusan akhirnya disahkan oleh Mahkamah Agung Iran .
ADVERTISEMENT
Selama bertahun-tahun, Shirzadi-Fakhr tinggal di Irak di bawah perlindungan mantan diktator Saddam Hussein yang turut mempersenjatai kelompok MKO.
MKO bahkan berpihak pada Saddam dalam perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan ikut membantunya menekan pemberontakan di berbagai wilayah Irak.
Lebih dari 17.000 warga Iran, yang sebagian besar adalah warga sipil, dilaporkan tewas akibat aksi teror yang dilakukan MKO melalui pengeboman di tempat umum dan pembunuhan terarah .
Shirzadi-Fakhr menyeberang ke Irak pada tahun 1987 dan bergabung dengan MKO, di mana ia mendapatkan pelatihan ideologi dan struktur organisasi di bawah arahan pemimpinnya, Masoud dan Maryam Rajavi.
Ia juga dilatih menggunakan berbagai persenjataan berat mulai dari peluncur granat roket (RPG), mengemudikan tank dan kendaraan lapis baja, mengoperasikan meriam anti-pesawat, hingga menembakkan senapan mesin berat .
Berdasarkan pengakuannya sendiri, ia terlibat dalam sejumlah operasi gagal MKO yang diberi nama Forough-e Javidan dan Chelcheraq.
Ia juga termasuk di antara anggota yang terluka saat bentrokan dengan tentara Irak ketika Kamp Ashraf diserbu pada April 2011.
Setelah pemerintah Irak mengambil alih Kamp Ashraf, Shirzadi-Fakhr kemudian pindah ke Spanyol sebelum akhirnya ditugaskan oleh Mossad untuk menjalankan operasi rahasia di dalam wilayah Iran.
Ia kembali ke Iran dengan dalih ingin bertemu keluarga, namun setibanya di sana ia langsung ditangkap oleh aparat intelijen sebelum sempat melakukan aksi apa pun .
Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan, ia dinyatakan bersalah atas tuduhan memerangi Tuhan (muharebeh) karena keterlibatannya dalam aksi teror terhadap masyarakat, keanggotaan dalam organisasi teroris, serta kerja sama dengan rezim Israel .
Eksekusi ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian hukuman mati yang dilakukan Iran sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok