Berita, Timur Tengah

Iran Sakit Hati Negara Arab Bersekutu dengan Israel di Tengah Konflik: Tak Termaafkan

Repelita.id

14 May 2026 22:09 WIB

Iran Sakit Hati Negara Arab Bersekutu dengan Israel di Tengah Konflik: Tak Termaafkan
Foto: Istimewa

Repelita Timur Tengah - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras sikap Uni Emirat Arab yang menjadi tuan rumah kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pernyataan itu disampaikan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

ADVERTISEMENT

Araghchi menegaskan bahwa tindakan negara Arab tersebut merupakan bentuk kolusi yang tidak dapat dimaafkan.

“Permusuhan dengan Rakyat Besar Iran adalah pertaruhan yang bodoh. Kolusi dengan Israel dalam hal itu tak termaafkan” kata Araqchi dikutip dari kantor berita Tasnim News pada Kamis, 14 Mei 2026.

“Mereka yang berkolusi dengan Israel untuk menabur perpecahan akan dimintai pertanggungjawabannya” sambung dia.

Pertemuan Netanyahu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan berlangsung di Al Ain pada 26 Maret lalu dan berlangsung selama beberapa jam.

Iran berulang kali memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak menyediakan wilayahnya sebagai basis agresi terhadap Republik Islam.

Teheran menilai langkah tersebut justru akan membawa ketidakamanan bagi negara-negara tersebut sendiri.

Sementara itu Amerika Serikat tengah berupaya mendapatkan dukungan luas di PBB untuk resolusi anti-Iran.

Misi Iran di PBB menyatakan bahwa klaim dukungan internasional tersebut menggelikan karena banyak negara bergabung di bawah tekanan dan paksaan.

"Tidak ada dukungan yang dihasilkan dari tekanan dan paksaan yang dapat melegitimasi tindakan internasional ilegal Washington terhadap Teheran, termasuk blokade angkatan laut, serangan ilegal dan penyitaan kapal dagang Iran, dan penyanderaan awak kapal dengan cara yang mirip dengan pembajakan" bunyi keterangan tersebut.

Di tengah ketegangan yang belum reda meski gencatan senjata diberlakukan, Iran disebut memiliki berbagai senjata canggih sebagai cadangan kekuatan.

Pengamat Timur Tengah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Khalid Al Walid menjelaskan bahwa Teheran terus memperkuat persenjataannya selama masa ceasefire.

“Jadi dalam waktu ceasefire (gencatan senjata) ini kita mendengar bahwa Iran telah membangun kembali seluruh persenjataan yang mereka miliki dan bahkan telah menguji cobakan beberapa rudal-rudal baru, seperti Rudal Fattah-3, kemudian juga Khorramshahr jenis ke-lima” katanya.

Prof Khalid menyebut Iran memiliki rudal laut tercepat yang hanya dimiliki negara tersebut.

“Itu dapat menghancurkan kapal-kapal perang dan ini baru dimiliki oleh hanya atau hanya dimiliki oleh Iran” ujarnya.

“Dan juga demikian terowongan yang ada di bawah laut, yang siap meluncurkan rudal kapanpun” sambungnya.

Ia juga menyoroti kontrol Iran terhadap kabel optik di Selat Hormuz.

“Nah kalau ini diputus maka ini akan menghancurkan seluruh perekonomian Timur Tengah kemudian bagian Asia dan Eropa. Sehingga akan mengganggu seluruh proses komunikasi sistem keuangan dunia ya. Ini yang juga sangat dikhawatirkan.”

Prof Khalid menambahkan bahwa sistem pertahanan udara Iran semakin maju.

“Iya betul. Jadi Iran punya pertahanan udara selain dari S-400 yang dahulu mereka beli dan juga mendapatkan dari Rusia, mereka mengembangkan sendiri dan sampai sekarang ini teknologi yang digunakan itu masih belum diketahui” tuturnya.

Bagian paling mengejutkan adalah dugaan pengembangan senjata plasma.

“Senjata plasma ini adalah senjata yang beberapa analis menyebutkan bahwa ini efek yang ditimbulkannya itu lebih menghancurkan dari senjata nuklir, walaupun tidak memiliki radiasi seperti yang terjadi pada senjata nuklir” katanya.

“Dan ini kabarnya dikembangkan oleh Iran dan dipersiapkan sekiranya dalam keadaan yang paling sulit dan paling rawan, ya mungkin rudal ini akan digunakan” timpalnya lagi.

Kekuatan pertahanan tersebut membuat Iran semakin percaya diri menghadapi segala kemungkinan tekanan dari pihak lawan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung