Berita, Timur Tengah

Iran Sebut Blokade Selat Hormuz oleh AS Ilegal dan Termasuk Pembajakan

Repelita.id

14 April 2026 13:36 WIB

Iran Sebut Blokade Selat Hormuz oleh AS Ilegal dan Termasuk Pembajakan
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Militer Iran akhirnya angkat suara pada Senin, 13 April 2026, menanggapi rencana Amerika Serikat yang mengumumkan akan memulai pemblokiran total di Selat Hormuz.

Pusat komando militer Iran yang dikenal dengan nama Khatam Al-Anbiya menyampaikan pernyataan resmi yang dibacakan melalui televisi pemerintah pada tanggal 14 April 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataan tegas itu, Iran menyebut bahwa tindakan pemblokiran yang akan dilakukan oleh Angkatan Laut AS merupakan tindakan ilegal dan masuk dalam kategori pembajakan internasional.

Pihak militer Iran juga melontarkan peringatan keras bahwa jika pelabuhan-pelabuhan di perairan Teluk Persia dan Laut Arab terancam, maka tidak ada satu pun pelabuhan di kawasan tersebut yang akan merasa aman.

Komando pusat Amerika Serikat sebelumnya menjelaskan bahwa blokade yang direncanakan akan diberlakukan secara imparsial terhadap semua kapal dari negara mana pun yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Militer AS menyatakan bahwa mereka tidak akan menghalangi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan berasal dari pelabuhan negara-negara non-Iran.

Presiden Donald Trump turut menggemakan kebijakan ini melalui unggahan di platform Truth Social pada tanggal 13 April 2026.

Trump menuliskan bahwa tujuan utama blokade adalah untuk membersihkan selat dari ranjau dan membukanya kembali untuk semua pelayaran, namun Iran tidak boleh dibiarkan mengambil keuntungan dari penguasaan jalur air tersebut.

Ancaman blokade Selat Hormuz dipicu oleh kegagalan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang seharusnya mengakhiri perang sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Selama proses negosiasi berlangsung, Selat Hormuz telah menjadi kartu tawar utama yang dipegang oleh Iran untuk membatasi lalu lintas distribusi minyak dan gas global.

Iran hanya mengizinkan sejumlah kapal tertentu untuk melintas, terutama yang berasal dari negara sahabat seperti China, sementara kapal-kapal lainnya mendapat pembatasan ketat.

Menanggapi rencana blokade AS, China yang merupakan importir besar minyak Iran dan saingan utama Washington langsung melontarkan kritik tajam pada tanggal 14 April 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi.

Guo menambahkan bahwa menjaga keamanan, stabilitas, serta kelancaran arus di selat tersebut adalah kepentingan bersama seluruh komunitas internasional.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles juga mengkritik rencana Trump dengan menyebut bahwa tindakan blokade Angkatan Laut AS adalah tindakan yang sama sekali tidak masuk akal.

Margarita menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan satu babak lain dalam spiral penurunan terus menerus yang telah menyeret banyak pihak ke dalam pusaran konflik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung