Berita, Timur Tengah

Iran Siap Hadapi Segala Skenario Gencatan Senjata, Tegaskan AS Harus Patuh Penuh Termasuk di Lebanon

Repelita.id

11 April 2026 22:43 WIB

Iran Siap Hadapi Segala Skenario Gencatan Senjata, Tegaskan AS Harus Patuh Penuh Termasuk di Lebanon
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Republik Islam Iran menegaskan kesiapan penuh menghadapi berbagai kemungkinan skenario dalam proses gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Sikap siaga tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dan dinamika perundingan di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa keberlangsungan pembicaraan sangat bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap komitmen gencatan senjata di seluruh lini, termasuk Lebanon. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita Tasnim News.

ADVERTISEMENT

Iran juga mengecam keras tindakan militer Israel di Lebanon yang dinilai sebagai pelanggaran serius. Teheran menilai aksi tersebut memperburuk situasi dan menghambat upaya perdamaian yang sedang diupayakan.

Dalam pernyataannya pada Jumat 10 April 2026, Baqaei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah dan rakyat Lebanon. Ia juga menyoroti solidaritas antara Iran dan Lebanon yang disebut semakin kuat dalam situasi konflik.

Iran menilai dukungan rakyat Lebanon terhadap Teheran selama eskalasi militer menjadi bukti hubungan yang erat di antara kedua pihak. Kondisi tersebut disebut memperkuat posisi politik Iran dalam dinamika regional saat ini.

Terkait gencatan senjata, Iran menegaskan bahwa penghentian serangan di Lebanon merupakan bagian penting dari kesepakatan yang diusulkan dalam perundingan. Hal itu disebut menjadi syarat utama dalam pembicaraan lanjutan.

Iran juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap kesepakatan. Sikap tersebut menjadi dasar kehati-hatian Teheran dalam melanjutkan negosiasi.

Ketika ditanya mengenai rencana perundingan di Islamabad, Baqaei menyebut bahwa kehadiran delegasi Iran sangat bergantung pada jaminan kepatuhan Amerika Serikat terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Iran sebelumnya telah mengajukan rencana sepuluh poin sebagai dasar diskusi, termasuk penarikan pasukan Amerika Serikat, pencabutan sanksi ekonomi, serta penguatan kendali atas Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa konflik yang terjadi telah memperkuat posisi Iran dalam perundingan. Mereka menilai kondisi tersebut memaksa pihak lawan mempertimbangkan ulang strategi diplomasi.

Teheran juga menegaskan bahwa proses negosiasi tidak dianggap sebagai akhir dari konflik, melainkan perluasan medan perjuangan ke ranah diplomatik dengan tingkat kewaspadaan tinggi terhadap Amerika Serikat.

Iran dikabarkan masih memantau seluruh skenario yang mungkin terjadi, termasuk potensi kegagalan kesepakatan atau upaya sabotase dalam proses negosiasi.

Sementara itu, laporan tentang keberangkatan tim negosiasi Iran ke Islamabad dibantah oleh media resmi Tasnim News. Iran menegaskan bahwa delegasi belum diberangkatkan karena situasi belum memenuhi syarat yang ditetapkan.

Ribuan warga Iran juga dilaporkan kembali turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap gencatan senjata dan kritik terhadap kesepakatan dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan yang masih berlangsung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung