Repelita Moskow - Otoritas Kremlin mendorong dibukanya koridor komunikasi strategis antara Teheran dan Washington guna membahas cetak biru pengalihan material hulu ledak nuklir hasil pemurnian ke wilayah federasi.
Dalam keterangan pers di ibu kota, juru bicara kepresidenan Rusia mengonfirmasi bahwa pihak draf regulasi tersebut sejauh ini belum mendapatkan lampu hijau dari jajaran eksekutif Gedung Putih.
ADVERTISEMENT
Rencana relokasi pengayaan material tersebut sebelumnya telah didiskusikan secara khusus oleh pimpinan Kremlin bersama kepala pemerintahan Tiongkok dalam sebuah agenda diplomasi meja bundar.
"Mereka membahas Iran selama pertemuan di jamuan minum teh. Dia (Putin) membagikannya (gagasan tersebut)," kata juru bicara Kremlin itu.
Pihak kesekretariatan menolak membeberkan rincian draf perjanjian pemindahan logistik militer tersebut dengan dalih menjaga kerahasiaan materi pembicaraan tingkat tinggi antar kedua kepala negara.
"Justru karena itulah percakapan tersebut diadakan secara tertutup."
Pada koridor geopolitik kawasan Karibia, Moskow juga melayangkan kritik tajam atas sanksi embargo ekonomi sepihak yang dijatuhkan barat terhadap wilayah kedaulatan Havana selama berdekade.
"Blokade terhadap pulau itu sendiri belum pernah terjadi sebelumnya dan memiliki konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat bagi rakyat biasa yang tinggal di sana," katanya.
Otoritas berwenang menilai mobilisasi armada tempur laut di sekitar perairan teritorial pulau tersebut justru akan memperburuk penderitaan sosial ekonomi bagi warga sipil setempat.
"Tentu saja, 'pamer kekuatan' lebih lanjut dalam bentuk armada ini dan sebagainya hanya akan memperburuk situasi bagi penduduk pulau tersebut," tambahnya.
Rusia juga menentang keras pola intervensi serta upaya delegitimasi hukum yang diarahkan kepada jajaran mantan pejabat tinggi pemerintahan di wilayah Amerika Latin tersebut.
"Kami percaya bahwa dalam keadaan apa pun metode seperti itu, yang berbatasan dengan metode violent, tidak boleh diterapkan kepada para pemimpin negara tertinggi saat ini atau mantan pemimpin. Bahkan, ini bukan pertama kalinya kita melihat hal ini. Kami tidak menyetujui hal ini," katanya.
Pihak Kremlin menegaskan bahwa instrumen tekanan politik luar negeri yang diadopsi barat terhadap wilayah tersebut sama sekali tidak memiliki dasar pembenaran yang kuat.
"Kami percaya bahwa tekanan yang diberikan kepada Kuba tidak dapat dibenarkan," tambahnya.
Di sisi lain, otoritas keagamaan tertinggi di negeri persia telah mengeluarkan maklumat mutlak yang melarang keras pemindahan seluruh cadangan material hulu ledak keluar dari batas negara.
"Instruksi Pemimpin Tertinggi, dan konsensus di dalam kepemimpinan, bahwa stok uranium diperkaya harus tidak keluar dari negara (Iran)," ujar salah satu pejabat senior Iran.
Jajaran komando militer Teheran meyakini bahwa pengosongan tangki penyimpanan material nuklir ke luar wilayah domestik justru akan memperlemah perimeter pertahanan dari potensi agresi udara barat dan sekutunya.
Berdasarkan kalkulasi badan pengawas atom internasional, persediaan material pemurnian tinggi milik Teheran tercatat berada pada angka ratusan kilogram sesaat sebelum terjadinya serangan udara pada tahun lalu.
Sementara itu, jajaran kabinet Tel Aviv mengklaim telah mendapatkan jaminan keamanan penuh dari pihak Gedung Putih bahwa seluruh pasokan bahan baku bom strategis tersebut wajib dikosongkan dari bumi persia.
Kendati kepemilikan material pemurnian tersebut telah mendekati ambang batas teknis, otoritas Teheran berulang kali membantah tuduhan barat mengenai adanya proyek pembuatan hulu ledak pemusnah massal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok