Repelita Teheran - Iran secara dramatis mengubah peta permainan negosiasi dengan Amerika Serikat di tengah mediasi intensif yang dilakukan Pakistan dengan cara menggeser fokus pembahasan dari program nuklir ke isu lain yang lebih menguntungkan bagi mereka .
Media semi-resmi Republik Islam yaitu Tasnim News melaporkan bahwa Teheran menyatakan tidak lagi tertarik pada kesepakatan yang mencakup batasan terhadap program nuklirnya .
ADVERTISEMENT
Ini merupakan perubahan haluan yang sangat dramatis karena Amerika Serikat selama ini bersikukuh untuk membatasi laju pengayaan uranium Iran sebagai syarat utama perdamaian .
Kini seolah-olah Teheran menarik kartu truf dari meja perundingan dengan meninggalkan isu sentrifugal dan kadar pengayaan yang selama menjadi momok dunia .
Alih-alih membahas nuklir, Iran hanya ingin membicarakan dua hal utama yaitu uang damai dan jalur laut yang selama ini menjadi sumber kekuatan ekonomi mereka .
Menurut laporan Tasnim News yang dikutip pada Senin (27/4/2026), delegasi Iran saat ini hanya fokus pada negosiasi untuk syarat-syarat mengakhiri perang .
Ada empat poin besar yang mengemuka dalam negosiasi yaitu masa depan Selat Hormuz, kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, dan penghapusan blokade laut AS yang sedang berlangsung .
Isu nuklir menurut sumber yang sama mungkin bisa dibahas kemudian dalam kesepakatan terpisah setelah poin-poin ekonomi selesai dinegosiasikan .
Sangat ditekankan oleh delegasi Iran bahwa negosiasi saat ini dengan mediasi Pakistan tidak akan lagi mencakup program nuklir dalam agenda pembahasan utama .
Langkah ini menunjukkan bahwa Teheran sedang memanfaatkan posisi tawar tertinggi mereka setelah berhasil menunjukkan kekuatan di Selat Hormuz .
Sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu, Iran telah berhasil mengendalikan jalur yang dilalui sekitar 20 persen minyak dunia tersebut .
Bahkan untuk pertama kalinya Iran telah menerima pendapatan dari penerapan tarif tol terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz .
Uang tersebut langsung disimpan di Bank Sentral Iran sebagai sumber pendapatan baru yang sangat menguntungkan di tengah tekanan sanksi ekonomi .
Teheran tentu tidak ingin kehilangan sumber pendapatan berharga ini begitu saja hanya demi kesepakatan soal nuklir yang tidak memberikan keuntungan langsung .
Dengan mengesampingkan isu nuklir, Teheran berusaha menghindari kewajiban jangka panjang yang membatasi ambisi teknologinya di masa depan .
Seorang sumber keamanan senior Iran bahkan menggambarkan Selat Hormuz sebagai aset emas dan tak ternilai yang berakar pada geografi Iran .
Ini adalah senjata strategis yang tidak bisa diambil oleh siapa pun, berbeda dengan program nuklir yang bisa dinegosiasikan dan dibatasi .
Mereka ingin mengubah narasi global dari yang semula Iran dianggap mengancam dunia dengan bom nuklir menjadi Iran yang memegang kendali ekonomi global melalui Selat Hormuz .
Ini adalah taktik negosiasi yang sangat agresif namun cerdik karena memanfaatkan ketergantungan dunia terhadap minyak yang melewati jalur strategis tersebut .
Apalagi Pakistan sebagai mediator masih berupaya keras menjembatani perbedaan antara kedua negara yang saling berseteru .
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan bahwa upaya mediasi berlandaskan pada diplomasi dan multilateralisme untuk mencari solusi damai .
Namun dengan sikap baru Iran yang menolak membahas nuklir, jalan menuju kesepakatan komprehensif semakin terjal dan penuh ketidakpastian .
Pernyataan tidak tertarik pada nuklir ini muncul di tengah situasi yang sangat cair di mana Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Iran telah setuju menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu .
Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang hampir selesai namun klaim tersebut sepertinya berbenturan dengan sikap terbaru Teheran .
Iran sepertinya ingin membeli waktu dengan menyelesaikan masalah ekonomi dan pelabuhan terlebih dahulu baru nanti bicara soal teknis nuklir yang rumit .
Data dari Reuters menunjukkan bahwa perpecahan mendasar masih terjadi di mana Washington meminta Teheran menghentikan pekerjaan pengayaan nuklir selama 20 tahun penuh .
Sementara Teheran hanya mau membatasi aktivitas nuklirnya hingga 3 hingga 5 tahun saja, sebuah perbedaan yang sangat signifikan .
Saat ini Iran diperkirakan memiliki stok uranium yang diperkaya hingga kadar 60 persen dengan jumlah mencapai sekitar 440,9 kilogram .
Jumlah tersebut secara teknis cukup untuk membuat beberapa bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut hingga kadar 90 persen oleh Iran .
Dengan adanya pengesampingan isu nuklir ini, kekhawatiran negara-negara Teluk pun mulai muncul ke permukaan .
Mereka cemas bahwa negosiasi AS-Iran hanya akan berujung pada pengelolaan Selat Hormuz tanpa menyentuh ancaman rudal dan proksi Iran terhadap negara-negara Teluk .
Kini semua mata tertuju pada Islamabad, akankah Pakistan mampu menjembatani perbedaan yang sangat lebar antara posisi AS dan Iran .
Yang jelas Iran telah memainkan kartunya dengan berani seolah berkata "lupakan bom atom kami, bicarakan saja tentang uang Anda dan kapal kami" .
Namun satu hal yang patut dicermati adalah jangan mengubah atau menghapus kutipan langsung yang ada dalam draf pernyataan resmi Iran .
Sangat ditegaskan dalam draf bahwa negosiasi saat ini tidak akan lagi mencakup program nuklir sebagai agenda utama pembahasan .
Ini adalah babak baru dalam diplomasi Timur Tengah di mana perdamaian mungkin akan tercapai tetapi hanya damai di atas kertas .
Damai yang mengabaikan gajah di dalam ruangan bernama nuklir Iran yang terus berkembang tanpa pengawasan internasional .
Untuk sementara waktu dunia akan melihat apakah AS bersedia membayar harga damai yang diminta Iran atau justru meninggalkan meja negosiasi .
Satu yang pasti bagi pasar global ketidakpastian ini tetap akan membuat harga minyak fluktuatif dan sulit diprediksi dalam jangka pendek .
Namun jika Iran benar-benar hanya fokus pada pembukaan blokade laut, mungkin akan ada sedikit angin segar bagi logistik global .
Atau bisa jadi ini hanya taktik pengalihan semata dari Iran untuk mengalihkan perhatian dunia dari program nuklirnya yang terus berjalan .
Waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini di tengah gencatan senjata yang semakin mendekati batas akhirnya .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
BREAKING:
— Megatron (@Megatron_ron) April 26, 2026
🇮🇷🇺🇸 Iran is ‘no longer interested’ in a deal that includes limits on its nuclear program
According to Tasnim News, Iran is currently only focused on negotiating for terms to end the war, including things like the future of the Strait of Hormuz, compensation for… pic.twitter.com/d1Zovu30Gg