Berita, Timur Tengah

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump Manipulasi Harga Saham dan Minyak

Repelita.id

02 April 2026 17:11 WIB

Iran Ungkap Rahasia Donald Trump Manipulasi Harga Saham dan Minyak
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkap rahasia di balik perilaku Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebutnya sengaja memanipulasi harga saham dan minyak melalui pernyataan-pernyataan agresif yang dilontarkan di akhir pekan ketika pasar tutup.

“Perhatian: Apa yang disebut 'berita' atau 'kebenaran' sebelum pasar dibuka seringkali hanyalah jebakan untuk aksi ambil untung. Pada dasarnya, itu adalah indikator terbalik,” tulis Ghalibaf di platform X pada Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia bahkan memberikan anjuran perdagangan yang sangat spesifik dengan mengatakan “Lakukan sebaliknya: Jika mereka menaikkan harganya, Short Selling. Jika mereka menurunkannya, Long Buying.”

Jo Michell, profesor ekonomi dari University of the West of England di Bristol, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa para pengamat pasar telah mengidentifikasi pola perilaku Trump yang melahirkan akronim TACO atau “Trump always chickens out” di kalangan trader.

Profesor Michell mencatat bahwa Trump membuat beberapa pernyataan paling agresifnya di akhir pekan ketika pasar tutup, hanya untuk kemudian menarik kembali pernyataannya menjelang pembukaan pasar.

Contoh nyata dari pola ini terjadi ketika Trump memperpanjang tenggat waktu 48 jam untuk pembukaan Selat Hormuz menjadi lima hari dan kemudian berjanji menahan serangan selama 10 hari tambahan demi ruang dialog konstruktif.

Ghalibaf dengan nada sarkastik mengejek upaya manipulasi psikologis AS terhadap harga minyak dengan menulis “Kami menyadari apa yang terjadi di pasar minyak kertas, termasuk perusahaan-perusahaan yang disewa untuk memengaruhi harga minyak berjangka. Kami juga melihat kampanye propaganda yang lebih luas.”

Ia juga melayangkan ancaman terbuka kepada institusi finansial global yang terlibat dalam pendanaan aset militer AS di Timur Tengah dengan pernyataan “Obligasi pemerintah AS berlumuran darah rakyat Iran,” serta ultimatum “Kami memantau portofolio Anda. Ini adalah pemberitahuan terakhir Anda.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung