Berita, Timur Tengah

IRGC Rilis Video Dramatis Penyitaan Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Iran-AS Kian Memanas IRGC Naik Kapal Bawa Senjata

Repelita.id

23 April 2026 22:37 WIB

IRGC Rilis Video Dramatis Penyitaan Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Iran-AS Kian Memanas  IRGC Naik Kapal Bawa Senjata
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis sebuah video dramatis yang menunjukkan aksi penyitaan kapal di perairan Selat Hormuz saat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas.

Dalam rekaman video yang dirilis untuk publik, terlihat tentara IRGC yang membawa senjata lengkap naik ke atas kapal target dengan menggunakan tangga tali secara profesional.

ADVERTISEMENT

Satu per satu personel pasukan khusus Iran yang mengenakan rompi antipeluru dan membawa senjata laras panjang bergerak sigap merapat ke sisi lambung kapal.

Para tentara kemudian secara paksa menggedor masuk ke dalam ruang kemudi kapal sambil membidikkan senjata ke arah setiap sudut ruangan.

Video dramatis ini memperlihatkan bagaimana IRGC menguasai kapal kontainer berbendera Liberia dalam hitungan menit tanpa ada perlawanan berarti dari awak kapal.

Pada hari yang sama, Iran juga melakukan aksi penyitaan terhadap kapal berbendera Panama yang kedapatan berusaha keluar dari Selat Hormuz tanpa izin.

Langkah tegas dan dramatis ini merupakan balasan atas gerakan militer Donald Trump yang mencegat kapal-kapal milik atau terkait Teheran.

"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut telah melanggar peraturan maritim dan memasuki jalur perairan strategis tanpa koordinasi," demikian pernyataan media pemerintah Iran.

Penangkapan ini menyusul kabar sebelumnya bahwa sebuah kapal perang Iran telah menembaki kapal kontainer di dekat perairan Oman yang mencoba melarikan diri.

Badan pemantauan maritim Inggris UKMTO melaporkan bahwa kapten kapal mengaku kapalnya telah didekati oleh kapal IRGC sebelum tembakan dilepaskan.

"[Insiden itu] telah menyebabkan kerusakan parah pada anjungan kapal. Tidak ada kebakaran atau dampak lingkungan yang dilaporkan," tambah UKMTO dalam pernyataan resminya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah aksi penyitaan dramatis yang dirilis secara terbuka oleh IRGC ini.

Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia menjadi medan pertempuran baru antara kedua negara yang saling berhadapan.

Tohid Asadi dari Aljazirah melaporkan dari Teheran bahwa langkah Iran ini sesuai dengan ancaman yang telah disampaikan IRGC sebelumnya.

IRGC sudah menyatakan bahwa setiap pelayaran kapal melewati Selat Hormuz harus dengan izin dan koordinasi penuh dari mereka.

Kementerian Luar Negeri Panama telah mengutuk penyitaan kapal MSC Francesca yang merupakan kapal milik Italia namun berbendera Panama.

“Kapal tersebut sedang melintasi Selat Hormuz ketika disita dan dibawa secara paksa ke perairan teritorial Iran,” kata kementerian Panama.

Panama menyebut tindakan Iran menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan maritim dan merupakan eskalasi yang tidak perlu.

Sementara itu Trump sebelumnya mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran atas permintaan Pakistan namun blokade laut tetap berlanjut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung