Repelita [Jakarta] - Wilayah Israel kembali diguncang oleh gelombang serangan rudal dari Iran pada hari Senin, yang memaksa militer setempat segera mengaktifkan sistem pertahanan udara guna mencegah kerusakan skala besar.
Eskalasi pertempuran ini terjadi menyusul rangkaian aksi saling serang intensif antar kedua negara, yang menandai babak baru konflik yang kian sulit dikendalikan di kawasan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
Suasana mencekam menyelimuti berbagai kota saat sirine peringatan meraung tanpa henti, memaksa penduduk sipil berlarian mencari tempat perlindungan di bungker bawah tanah.
Sistem pertahanan udara Israel terpantau sibuk melakukan pencegatan proyektil di langit untuk meminimalisir dampak hantaman rudal yang berbahaya.
"Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," ujar pihak IDF dalam pernyataannya.
Ledakan dahsyat terdengar nyata di Yerusalem akibat proses pencegatan rudal tersebut, yang dilaporkan menimbulkan getaran kuat di seluruh penjuru kota.
Serpihan rudal dilaporkan jatuh di wilayah Tepi Barat, sehingga memicu tim medis dan paramedis bergerak cepat menuju titik-titik yang terdampak ledakan keras.
"Petugas medis dan paramedis dikirim untuk memeriksa tempat kejadian di wilayah Yudea dan Samaria. Tim MDA tambahan dikirim untuk merawat beberapa orang yang terluka saat menuju ke area yang dilindungi," ungkap juru bicara Magen David Adom.
Sejumlah warga dilaporkan mengalami cedera fisik akibat kepanikan yang terjadi ketika mereka berupaya mencapai ruang perlindungan bawah tanah.
Otoritas setempat hingga kini memastikan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa serangan tersebut.
"Pada tahap ini, tidak ada korban jiwa yang diketahui," tegas juru bicara tersebut.
Konflik bersenjata antara Iran dan Israel ini terus berlanjut tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda gencatan senjata, bahkan memicu kekhawatiran akan terjadinya perang skala penuh di kawasan tersebut. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok