Berita, Timur Tengah

Israel Sesumbar Operasi Militer ke Iran Belum Selesai, Mojtaba Khamenei: Tidak Akan Ada yang Lepas dari Hukuman

Repelita.id

10 April 2026 13:44 WIB

Israel Sesumbar Operasi Militer ke Iran Belum Selesai, Mojtaba Khamenei: Tidak Akan Ada yang Lepas dari Hukuman
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran belum selesai meskipun gencatan senjata dengan Amerika Serikat telah disepakati dan mulai berlaku pada Rabu (8/4).

Netanyahu menegaskan bahwa jeda pertempuran selama dua pekan ke depan bukanlah akhir dari kampanye militer Israel melawan Iran serta sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Biarkan saya memperjelas ini, kami masih memiliki tujuan yang harus diselesaikan dan kami akan mencapainya baik melalui kesepakatan maupun melalui perang kembali," ucap Netanyahu dalam siaran televisi Israel pada Selasa (8/4).

Ia menyebut kondisi saat ini hanyalah salah satu tahapan untuk mencapai ambisi besar Israel dalam melumpuhkan kekuatan Iran secara permanen.

"Kami siap kembali bertempur setiap saat jika diperlukan, jari kami tetap berada di atas pelatuk, ini bukan akhir dari perjuangan melainkan pencapaian semua tujuan kami," kata Netanyahu.

Menurut pandangannya, Iran memasuki masa jeda ini dalam kondisi rapuh dan lebih lemah akibat gempuran bertubi-tubi yang mereka terima selama 40 hari terakhir.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang muncul setelah santer dirumorkan kritis memberikan pernyataan tegas membalas sesumbar Israel.

Khamenei menyampaikan bahwa Iran tidak memulai perang namun akan mempertahankan haknya dan siap merespon jika serangan kembali terjadi dari Israel maupun Washington.

Ia menegaskan tidak akan membiarkan pihak yang menyerang wilayah Iran lolos dari hukuman tanpa proses hukum yang adil.

"Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami lolos dari hukuman. Kami akan menuntut ganti rugi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan yang terluka,” tegas Khamenei yang disiarkan melalui stasiun televisi pemerintah Iran.

Dalam negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan, Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan akibat perang serta pertanggungjawaban atas korban jiwa yang disebabkan oleh serangan Amerika Serikat dan Israel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung