Berita, Nasional

Istana Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah: Itu bukan pekerjaan mudah, Semua Tidak Bisa Diselesaikan dalam 18 Hari

Repelita.id

08 June 2026 19:16 WIB

Istana Tanggapi Ultimatum BEM SI soal Rupiah: Itu bukan pekerjaan mudah, Semua Tidak Bisa Diselesaikan dalam 18 Hari
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah telah menerima aspirasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah mengenai tuntutan penguatan nilai tukar rupiah.

Ia menegaskan bahwa pihak istana saat ini tengah mengupayakan kinerja maksimal untuk menangani tantangan ekonomi yang sedang terjadi.

ADVERTISEMENT

"Ya, tentunya kami menerima apa namanya, aspirasi tersebut ya, sebagai sebuah masukan tentunya kepada pemerintah, dan beberapa hari ini ya saudara saksikan bahwa kita juga betul-betul bekerja sama dan bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah-masalah perekonomian kita," ujar Prasetyo saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (8/6/2026).

Prasetyo mengakui bahwa memulihkan nilai tukar rupiah bukanlah tugas sederhana karena melibatkan banyak faktor kompleks.

Meski demikian, pemerintah merasa yakin bahwa koordinasi antarinstansi dan kebijakan yang saling mendukung akan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

"Dan itu memang tentu tidak mudah, tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, tapi sekali lagi kita yakin bahwa langkah-langkah yang kita ambil, dengan koordinasi yang erat, dengan koordinasi yang intens, dengan kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain, juga yang hari ini memberi kepastian juga kepada para pelaku usaha, kami yakin kita akan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini," paparnya.

Terkait ultimatum tenggat waktu 18 hari yang dilayangkan mahasiswa, Prasetyo berpendapat bahwa tidak semua persoalan bisa diselesaikan sesuai batasan waktu tertentu.

Namun, ia tetap menghargai semangat dan perhatian yang ditunjukkan para mahasiswa terhadap dinamika ekonomi bangsa.

"Ya kan, mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan. Kan tidak, tidak, tidak semuanya bisa, bisa seperti itu. Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah, semangatnya itu lho. Semangatnya untuk kita sama-sama bekerja keras terutama di sektor ekonomi ya," tambahnya.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk menuntut perbaikan ekonomi.

Mereka memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah dengan ancaman akan menggelar demonstrasi besar bertajuk Reformasi Jilid II jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung