Repelita Jakarta - Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud, menilai bahwa isu kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menguatkan komitmen kebangsaan.
Irvan menjelaskan bahwa kabar santer mengenai adanya upaya kudeta terhadap Presiden Prabowo ternyata memiliki sisi positif yang bisa dimanfaatkan bersama.
ADVERTISEMENT
"Ini momentum yang menurut saya harus dijadikan sebagai penguatan komitmen kebangsaan," kata Irvan kepada RMOL pada Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, terdapat satu paradigma penting yang mesti ditanamkan oleh seluruh pihak dalam merespon isu kudeta yang berkembang belakangan ini.
Yakni, kata Irvan, memastikan bahwa kerja-kerja pemerintahan tetap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat agar tidak terjadi krisis seperti yang dialami oleh beberapa negara di dunia.
Irvan memandang bahwa komitmen kebangsaan yang dimaksud adalah sikap bersama-sama untuk mendorong pemerintah tetap fokus pada program-program yang bersifat kerakyatan.
“Stabilitas politik adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” sambungnya menjelaskan urgensi menjaga kondisi politik tetap kondusif.
Lebih lanjut, Irvan menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menjadi sebuah bangsa dan negara yang dapat mencapai seluruh target pembangunan yang telah direncanakan.
“Bangsa ini diyakini mampu menjaga keutuhan serta keberlanjutan pemerintahan secara konstitusional,” demikian Irvan mengakhiri pernyataannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok