Berita, Timur Tengah

Jenderal Berpengaruh di Balik Kekuatan Militer Iran Akhirnya Muncul, Ahmad Vahidi Hadiri Pemakaman Khamenei

Repelita.id

04 July 2026 01:22 WIB

Jenderal Berpengaruh di Balik Kekuatan Militer Iran Akhirnya Muncul, Ahmad Vahidi Hadiri Pemakaman Khamenei
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Jenderal Ahmad Vahidi, sosok kunci di jajaran Garda Revolusi Iran, kembali muncul ke publik setelah sempat menghilang dari sorotan selama masa konflik.

Kehadiran sang jenderal terungkap saat ia menghadiri rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Jumat.

ADVERTISEMENT

Dokumentasi resmi yang disiarkan pihak berwenang memperlihatkan Vahidi duduk khidmat di samping peti jenazah dalam agenda duka yang berlangsung secara terbatas.

Kemunculan ini menandai kali pertama Vahidi terlihat sejak awal Februari, atau beberapa pekan sebelum eskalasi perang pecah di kawasan tersebut.

Sejumlah pengamat menilai Vahidi memegang peranan krusial dalam menentukan arah kebijakan keras Iran, termasuk terkait negosiasi penghentian perang dengan Amerika Serikat.

Ia juga diyakini menjadi bagian dari lingkaran dalam yang berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Posisi Vahidi saat ini sangat strategis karena ia memegang kendali tertinggi di Korps Garda Revolusi Islam pasca kematian pendahulunya, Mohammad Pakpour.

Karier militer Vahidi sendiri telah terbangun sejak era 1980-an dengan memegang berbagai tanggung jawab penting di sektor intelijen maupun operasional pasukan.

Ia tercatat pernah memimpin Pasukan Quds selama periode 1988 hingga 1997 sebelum posisinya digantikan oleh komandan legendaris Qassem Soleimani.

Rekam jejaknya semakin lengkap dengan pengalaman di bidang politik, yakni pernah mengemban amanat sebagai menteri pertahanan serta menteri dalam negeri.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti kompleks kediaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang dipenuhi oleh keluarga korban konflik.

Peti jenazah yang dibalut bendera merah bertuliskan kalimat Ya Hussein menjadi pusat perhatian dalam prosesi penghormatan oleh para pelayat.

Rencananya, rangkaian prosesi pemakaman akan digelar selama beberapa hari ke depan, mencakup perjalanan jenazah ke berbagai kota di Iran hingga ke wilayah Irak.

Pemerintah Iran telah menyiapkan agenda besar di Grand Mosalla, Teheran, dengan memberlakukan penutupan jalan guna memfasilitasi antusiasme masyarakat yang ingin melepas kepergian sang pemimpin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung