Berita, Nasional

JK Akhirnya Buka Suara soal Ceramah yang Viral, Minta Maaf Baru Bisa Klarifikasi Usai Pulang dari Jepang: Publik Perliharkan Video Maluku Poso 26 Tahun Lalu

Repelita.id

19 April 2026 15:48 WIB

JK Akhirnya Buka Suara soal Ceramah yang Viral, Minta Maaf Baru Bisa Klarifikasi Usai Pulang dari Jepang: Publik Perliharkan Video Maluku Poso 26 Tahun Lalu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Setelah sempat memicu gelombang polemik hingga berujung laporan polisi, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla akhirnya buka suara di hadapan awak media pada Sabtu, 18 April 2026, terkait potongan video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada.

JK mengawali penjelasannya dengan permohonan maaf kepada publik atas keterlambatan responsnya karena baru saja menginjakkan kaki di tanah air setelah menyelesaikan kunjungan kerja di luar negeri.

ADVERTISEMENT

Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari Jepang, ungkap JK di kediamannya di Jakarta Selatan.

JK menekankan bahwa publik perlu melihat latar belakang lokasi dan audiens saat ceramah tersebut disampaikan pada 5 Maret 2026, karena ada ruang lingkup khusus yang menyertai pernyataannya kala itu.

Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim di masjid, kemudian dilakukan di kampus yang berarti audiensnya adalah kalangan intelektual, itu poin utama yang perlu dipahami, tegas JK.

Untuk meluruskan narasi yang beredar, JK secara khusus memutar kembali arsip video mengenai konflik Maluku dan Poso guna memberikan perspektif sejarah bagi generasi muda.

Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, saya perlihatkan dulu sekilas, mungkin sebagian dari Anda belum lahir karena itu terjadi sekitar 26 tahun lalu, ujarnya.

Ia menyayangkan adanya potongan video yang beredar tanpa menyertakan inti pesan yang utuh, karena video viral hanya menangkap bagian pembukaan konflik, bukan esensi upaya perdamaian.

Menanggapi tudingan miring, JK meluruskan bahwa tema besar kehadirannya di Masjid UGM adalah mengenai strategi diplomasi perdamaian, bukan penistaan agama.

Saya datang karena temanya adalah perdamaian, fokusnya pada langkah-langkah memitigasi potensi eskalasi perang regional multipolar, jelasnya.

Sebelumnya, ceramah bertajuk strategi diplomasi tersebut sempat memicu kegaduhan hingga berujung pada pelaporan JK oleh DPP GAMKI ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026.

Laporan tersebut dipicu oleh pernyataan JK mengenai konsep mati syahid yang dianggap sensitif oleh sebagian kalangan, namun JK bersikeras tidak ada niat menistakan agama.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung