Repelita Jakarta - Manajemen Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna membantah berbagai rumor miring terkait ketiadaan perlindungan hukum bagi salah satu pendirinya.
Melalui juru bicara organisasi, parpol anak muda tersebut menegaskan bahwa keputusan memisahkan urusan personal dari ranah kelembagaan merupakan komitmen baku yang berlaku setara bagi seluruh jajaran fungsionaris.
ADVERTISEMENT
Langkah penegasan ini sengaja dikeluarkan ke hadapan publik guna membungkam manuver politik dari kelompok eksternal yang dinilai sengaja menggoreng isu keretakan internal untuk menjatuhkan reputasi partai.
“Bu Grace itu pendiri (PSI), beliau sendiri yang meminta agar semua persoalan kader yang sifatnya personal tidak dikaitkan dengan Partai,” ujar Dian dikutip fajar.co.id, Kamis 14 Mei 2026.
“Gorengan tetangga sebelah kandas,” tambahnya.
Dian Sandi Utama juga memaparkan komitmen radikal parpolnya yang mengharamkan pemberian advokasi hukum maupun perlindungan politik bagi siapa pun anggotanya yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.
“Apalagi jika ada kader terlibat korupsi, haram hukumnya dibela PSI,” imbuhnya.
Pihak internal parpol berlambang mawar tersebut turut melayangkan sindiran menohok kepada politisi dari parpol kompetitor yang dinilai terlalu sibuk mencampuri urusan domestik mereka di media sosial.
“Kader-kader Partai sebelah yang dari kemarin sibuk sekali ikut campur urusan internal PSI, gabung sini aja yuk,” tandasnya.
Ia mengutuk keras aksi pembuatan konten digital dari oknum berseragam parpol lain yang secara konsisten terus-menerus mengeksploitasi polemik internal mereka demi mendongkrak popularitas pribadi.
“Baju beda tapi ngonten terus bahas PSI!," kuncinya.
Di tempat terpisah, Sekretaris Dewan Pembina Grace Natalie membenarkan semua pernyataan juru bicara tersebut dan meminta publik tidak menyalahartikan pengumuman dari ketua harian beberapa waktu lalu.
“Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, jadi saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan beliau itu didasari oleh permintaan saya sebagai pendiri partai,” kata Grace.
Mantan presenter berita itu menyatakan bertanggung jawab penuh atas unggahan video pribadinya mengenai ceramah tokoh nasional serta optimis materi tersebut bebas dari unsur pelanggaran pidana.
“Video tanggapan terkait ceramah Jusuf Kalla itu diunggah atas nama pribadi sebagai masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Dirinya menilai pro-kontra tanggapan siber tersebut murni merupakan dinamika berpendapat yang wajar bagi setiap warga negara dan menegaskan hubungannya dengan struktur pengurus parpol tetap harmonis.
“Saya optimis bahwa di sana tidak ada pelanggaran hukum, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan PSI dan normal-normal saja kok pernyataannya itu,” lanjut Grace.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok