Repelita [Jakarta] - Kondisi di lingkungan Universitas Negeri Padang mendadak mencekam menyusul adanya insiden berdarah yang melukai seorang mahasiswi serta warga sipil akibat terjangan peluru nyasar pada Selasa (2/6/2026).
Kedua korban dilaporkan langsung tumbang di area taman universitas sesaat sebelum deru mobil ambulans datang membelah kepanikan civitas akademika di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
Sejumlah personel militer berseragam lengkap langsung dikerahkan guna memblokade serta mengamankan tempat kejadian perkara tempat bersarangnya peluru tersebut.
Tubuh korban yang lemas langsung dievakuasi oleh petugas menuju kabin armada medis guna mendapatkan pertolongan darurat secepatnya.
Puluhan mahasiswa yang berada di lokasi hanya dapat menyaksikan jalannya proses evakuasi menegangkan tersebut dari radius sepuluh meter.
Tragedi ini diduga kuat dipicu oleh lesatan proyektil liar yang terlontar dari fasilitas lapangan tembak militer di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter.
Identitas kedua korban luka tersebut diketahui bernama Nova Wirantika seorang mahasiswi FIS UNP serta seorang warga sipil bernama Guruh Guino.
Merespons tragedi ini, Juru Bicara TNI Brigjen TNI Heri Prakosa memastikan bahwa jajarannya akan segera melangsungkan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas kasus ini.
Sebagai komitmen preventif, otoritas militer juga langsung membekukan seluruh agenda latihan penggunaan senjata api di sekitar area kampus UNP Air Tawar.
"Kami akan melakukan investigasi terhadap kasus ini dan mencarikan solusi jangka panjang. Ke depan, tidak akan ada lagi latihan menembak di sekitar kampus UNP Air Tawar," tegas Heri, Rabu (3/6/2026).
Di samping itu, perwakilan institusi militer menyatakan bertanggung jawab penuh untuk melunasi seluruh akomodasi pengobatan para korban hingga pulih total.
Berdasarkan data kronologi, petaka ini bermula ketika para korban sedang bersantai di kawasan alun-alun yang terletak tepat di area depan Rektorat UNP.
Tanpa ada tanda peringatan, sebutir peluru liar mendadak melesat cepat dan langsung menghantam tubuh kedua individu yang sedang duduk tersebut.
Rektor UNP Krismadinata mengutarakan bahwa manajemen kampus bergerak cepat membangun komunikasi dengan instansi terkait sesaat setelah laporan peristiwa diterima.
Beruntung, tindakan medis yang berjalan sigap berhasil menyelamatkan nyawa kedua korban dari kondisi kritis.
Saat ini proses pemulihan intensif sedang berjalan di bawah pengawasan tim dokter Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo Ganting, Padang.
Korban mahasiswi atas nama Nova Wirantika bahkan harus melewati tindakan bedah darurat akibat adanya proyektil yang sempat tertanam di bagian paha kirinya.
Proses operasi pengangkatan logam tajam tersebut dilaporkan berjalan dengan hasil yang baik dan kondisi korban kini berangsur membaik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok