Berita, Timur Tengah

Kapal Tanker China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Bawa 250.000 Barel Metanol dari UEA

Repelita.id

14 April 2026 22:51 WIB

Kapal Tanker China Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Bawa 250.000 Barel Metanol dari UEA
Foto: Istimewa

Repelita Selat Hormuz - Sebuah kapal tanker milik China yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 14 April 2026, di tengah pemberlakuan blokade laut oleh AS yang mulai efektif sehari sebelumnya.

Kapal bernama Rich Starry menjadi kapal pertama yang sukses keluar dari kawasan Teluk sejak blokade diumumkan, berdasarkan data pelacakan dari LSEG, MarineTraffic, dan Kpler .

ADVERTISEMENT

Kapal berukuran menengah (medium-range) tersebut membawa sekitar 250.000 barel metanol yang diambil dari pelabuhan terakhirnya di Hamriyah, Uni Emirat Arab .

Rich Starry bersama pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co Ltd, telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat sejak tahun 2023 karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan energi .

Seluruh awak kapal tersebut dilaporkan merupakan warga negara China, dan perusahaan pelayaran pemilik kapal belum memberikan tanggapan resmi terkait pelayaran yang berhasil menembus blokade tersebut .

Sebelum berhasil, kapal ini sempat melakukan upaya pertama pada Senin, 13 April 2026 namun terpaksa berbalik arah saat blokade AS mulai berlaku, sebelum akhirnya mencoba kembali beberapa jam kemudian .

Kapal tanker lain bernama Murlikishan yang juga terkena sanksi AS dilaporkan sedang menuju Selat Hormuz pada hari yang sama dalam kondisi kosong dan diperkirakan akan mengisi bahan bakar minyak di Irak pada 16 April 2026 .

Kapal tersebut yang sebelumnya dikenal sebagai MKA diketahui memiliki riwayat mengangkut minyak dari Rusia dan Iran .

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memulai blokade di Selat Hormuz pada Senin, 13 April 2026 malam sebagai pelaksanaan perintah Presiden Donald Trump setelah perundingan antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan gagal mencapai kesepakatan .

Blokade tersebut diberlakukan terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, namun AS menyatakan tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintasi selat menuju pelabuhan non-Iran .

Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil .

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri, yang memicu penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran selama konflik berlangsung .

Dampak blokade ini langsung terasa pada harga minyak mentah fisik untuk pengiriman segera di Eropa dan Afrika yang melonjak hingga mendekati 150 dolar AS per barel, melampaui puncak harga tahun 2008 .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung