Berita, Nasional

Kasus 353 Siswa Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Dapur Ditutup Permanen, Siapa Tersangkanya?

Repelita.id

13 September 2026 23:32 WIB

Kasus 353 Siswa Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Dapur Ditutup Permanen, Siapa Tersangkanya?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penanganan hukum atas insiden keracunan massal yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis dan menimpa ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini resmi bergeser ke tahap penyidikan mendalam.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Karo Ajun Komisaris Polisi Pedoman Maha mengonfirmasi peningkatan status penanganan perkara tersebut kepada publik pada hari Jumat, 11 September 2026.

ADVERTISEMENT

“Benar, sudah naik sidik,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Langkah penyidikan lanjutan ini ditempuh setelah penyidik kepolisian merampungkan serangkaian permintaan keterangan dari berbagai unsur saksi termasuk tenaga pendidik, pelajar, serta tim dokter.

Apabila seluruh berkas pemeriksaan saksi dan alat bukti dinyatakan lengkap, aparat penegak hukum segera menjadwalkan gelar perkara lanjutan guna menetapkan langkah hukum berikutnya.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Kolonel Infanteri Sandy memberikan penjelasan bahwa distribusi makanan bergizi tersebut bersumber dari fasilitas dapur satuan pelayanan di bawah naungan Kodim 0205/Tanah Karo.

Dapur umum operasional tersebut dikelola secara langsung oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya, sementara penanganan awal musibah dikoordinasikan bersama jajaran pemerintah daerah setempat.

Wabah keracunan masif yang terjadi pada tanggal 13 Agustus 2026 itu tercatat mendera sedikitnya 353 siswa yang tersebar di lima institusi pendidikan kawasan Berastagi serta Kabanjahe.

Para korban dilaporkan mendatangi fasilitas kesehatan dengan keluhan klinis seragam berupa rasa mual hebat, muntah-muntah, serta pusing di kepala.

Salah satu korban bernama Febiona br Purba yang merupakan siswi SMK Swasta Bersama sempat dipulangkan namun kembali mengalami kemunduran kondisi berupa gangguan daya ingat serta hambatan berbicara.

Dampak psikis dan fisik yang berkepanjangan itu memaksa korban harus menjalani rujukan perawatan lintas fasilitas mulai dari Rumah Sakit Umum Kabanjahe hingga Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Faisal Hasrimy menyebutkan bahwa belasan pelajar Karo kembali terpaksa harus menjalani rawat inap akibat keluhan nyeri perut berulang kendati sebelumnya telah dinyatakan sembuh.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bahkan telah menurunkan instruksi khusus kepada dinas terkait agar mengerahkan tim asesmen psikologis bagi seluruh anak yang terdampak.

“Pendampingan psikis dilakukan agar anak-anak bisa pulih secara mental,” jelas Faisal.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, dinas kesehatan daerah turut membuka layanan posko pengaduan khusus bagi korban yang masih merasakan gejala susulan pascainsiden.

Hasil investigasi investigatif yang dilakukan Badan Gizi Nasional bersama dinas kesehatan menemukan adanya pelanggaran prosedur operasional berupa kelalaian penyimpanan bahan baku ikan tanpa fasilitas pembeku.

Akibat temuan pelanggaran standar higienitas tersebut, fasilitas dapur pengolahan pangan langsung dijatuhi sanksi penutupan operasional secara permanen.

Buntut dari kelalaian fatal itu, pimpinan tertinggi instansi pengelola di tingkat regional resmi mengalami pencopotan jabatan terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional wilayah Sumatera Utara Agung T Kurniawan digantikan posisinya oleh Yoga Arizanto yang sebelumnya bertugas sebagai koordinator wilayah kabupaten Deliserdang. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung