Berita, Internasional, Nasional

Kasus Spionase Siber Nasional: Eks Pejabat Tinggi dan Sejumlah Perwira Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain yang Kabur

Repelita.id

04 November 2026 19:45 WIB

Kasus Spionase Siber Nasional: Eks Pejabat Tinggi dan Sejumlah Perwira Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain yang Kabur
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika penegakan hukum ketatanegaraan di lingkungan pusat pemerintahan kian memanas pasca penahanan mantan pejabat tinggi negara.

Rentetan peristiwa seputar pengusutan perkara siber tersebut dibahas secara kritis dalam siaran video digital lewat akun YouTube Forum Keadilan TV.

ADVERTISEMENT

Tindakan tegas diambil oleh aparat penegak hukum guna mensterilkan ruang komunikasi siber dari segala bentuk tindakan spionase ilegal.

Terkait pergerakan taktis kepolisian siber, seorang akademisi memberikan pandangan mendalam mengenai peta perkara hukum yang tengah berjalan.

Pernyataan publik yang menyoroti pergerakan para tersangka tersebut dirilis secara terbuka pada hari Selasa, 3 November 2026.

"Sekarang, polisi sedang memburu gerombolan Listyo yang berusaha melarikan diri. Menyerah saja," ucap Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Rosadi Jamani, memaparkan situasi pengejaran pasca pembongkaran jaringan.

Tindakan interogasi marathon dilakukan oleh tim khusus guna menguak dalang utama di balik instruksi peretasan jaringan komunikasi siber nasional.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap skema pengoperasian alat khusus yang diletakkan di kediaman perwira taktis.

"Dari keterangan itulah, Listyo diamankan, lalu diperiksa di Bareskrim. Usai diperiksa, ia pun dijebloskan ke penjara. Sejumlah perwira lain disebut diamankan di Brimob," tutur Rosadi Jamani menerangkan proses penahanan para tersangka utama.

Langkah pelacakan data digital membuktikan bahwa target intersepsi menyasar jaringan komunikasi krusial milik para pemimpin instansi tertinggi.

Kebijakan pembatasan ruang gerak para tersangka diperluas guna mencegah adanya upaya penghilangan barang bukti elektronik siber.

"Pertanyaan ini tidak boleh dijawab dengan bisik-bisik warung kopi. Harus dibuka melalui penyelidikan yang transparan. Jangan sampai yang ditangkap hanya pemain lapangan, sementara sutradaranya asyik ngopi sambil blusukan," pungkas Rosadi Jamani mendesak keterbukaan pengusutan perkara secara menyeluruh.

Aparat gabungan militer bersama kepolisian siber terus memperketat pengamanan ibu kota demi menjaga stabilitas keamanan nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung