Repelita Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara halalbihalal yang digelar di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di kawasan Cikeas, Bogor, beberapa waktu lalu, dan sempat bertemu serta berbincang dengan SBY serta Ketua Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai bahwa kehadiran Anies Baswedan di Cikeas dalam acara halalbihalal tersebut seolah menjadi masalah serius yang perlu mendapat perhatian publik.
ADVERTISEMENT
Apalagi belakangan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Renanda Bachtar, secara tegas menyatakan bahwa Anies Baswedan tidak diundang dalam acara tersebut, namun sebagai tuan rumah SBY dan AHY tentu harus menerima tamu dengan baik.
Agaknya Partai Demokrat perlu menggarisbawahi bahwa Anies Baswedan adalah tamu yang tidak diundang, demikian pernyataan Erizal yang menyoroti kehadiran mantan gubernur di acara keluarga Cikeas.
Hal ini berbeda dengan sejumlah tokoh lain seperti Yenny Wahid, Jimly Asshiddiqie, dan Sufmi Dasco Ahmad yang hadir dengan status sebagai tamu undangan resmi dalam acara halalbihalal tersebut.
Tetapi khusus untuk Anies Baswedan, perlu diketahui publik terutama pihak Istana bahwa ia merupakan tamu yang tidak diundang, kata Erizal menekankan pentingnya klarifikasi terkait status kehadiran Anies.
Menurut Erizal, pihak Anies Baswedan seolah ingin mencari poin politik dari pertemuan tersebut, apalagi pertemuan Anies dengan SBY dan AHY pertama kali diunggah oleh Merry Riana, seorang motivator terkenal yang belakangan diketahui bergabung dengan Partai Demokrat.
Kalau tidak diklarifikasi bahwa Anies tidak diundang, maka bobot politiknya memang akan jauh berbeda, demikian analisis Erizal mengenai dampak dari kehadiran Anies di acara keluarga SBY.
Klarifikasi yang dibuat oleh Partai Demokrat belakangan ini, tujuannya apa lagi kalau bukan untuk lingkaran dalam Istana, khususnya untuk Presiden Prabowo Subianto sendiri.
Saat AHY mulai turun ke daerah pun, ia meminta izin kepada Prabowo agar tidak disalahartikan sebagai manuver politik tersendiri, masak mengundang Anies lalu diam-diam saja, pungkas Erizal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok