Repelita Jakarta - Kemunculan kembali Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di ranah publik dengan penyampaian pandangan bernada kritis terhadap situasi nasional memicu gelombang nostalgia serta apresiasi dari warganet di media sosial Threads pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enam.
ADVERTISEMENT
Pernyataan reflektif yang dilontarkan oleh tokoh bangsa tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian mendalam dalam mengawal dinamika sosial politik tanah air.
Informasi seputar apresiasi terhadap program kerja dan rekam jejak kepemimpinan masa lalu itu sebelumnya diunggah oleh akun @icosmone.
Melalui unggahan tertulisnya sekitar sembilan jam lalu, pemilik akun membagikan pengalaman pribadinya memperoleh akses pendidikan gratis dengan menulis narasi, "Keknya dulu gk pernah se vocal ini cuplikan2 beliau, dan akhir2 ini Bapaknya lmyan mncul d permukaan. “He presents it as a personal reflection, but there’s an underlying critique of what’s happening right now.” Walau di era beliau belum bgitu ngikutin politik, but at least krena beliau aku kuliah d UI free dr Beasiswa Bidikmisi 🙏🥹".
Unggahan bernada positif mengenai kebijakan pro-rakyat di masa lalu tersebut seketika memancing beragam komentar emosional dari para pengguna platform digital.
Netizen dengan nama akun @ritasusilawati66 menyampaikan kekagumannya terhadap wibawa sang mantan kepala negara di kolom komentar sekitar lima jam lalu.
Warganet tersebut menuangkan kesan mendalamnya secara tertulis dengan kalimat berbunyi, "Presiden idola ku pada masanya.. saat BPK SBY JD Presiden sy bangga banget, Beliau begitu berakhlak, berwibawa, Cerdas dn ucapannya slalu menyejukan, beda banget dgn Presiden sekarang, bagai langit dn bumi.. dn yg terpenting, saat beliau memimpin semua bahan pokok dn bahan2 makanan murah.. Rakyat sejahtera..".
Pernyataan mengenai hakikat utama dari program bantuan dana pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu juga ditegaskan kembali oleh pengguna internet lain sekitar dua jam lalu.
Pengguna akun @framayoga mengutip jargon legendaris yang tertulis persis, "Bidik misi, karena pendidikan adalah pemutus rantai kemiskinan. - SBY".
Rasa jengkel masyarakat siber terhadap kondisi carut-marut pengelolaan tata kelola pemerintahan era terkini turut disuarakan di ruang percakapan sekitar enam jam lalu.
Pemilik akun @dewisuprobo memberikan tanggapan singkat bernada kesal dengan berkomentar, "Siapa lah yg gak gedeggg liat yg terjadi sekarang 🫠🫠🫠🫠".
Selain program bantuan kuliah, memori mengenai fasilitas studi banding internasional gratis ke kawasan Asia Timur juga dibagikan oleh penerima manfaat beasiswa sekitar dua jam lalu.
Netizen dengan nama akun @dita.harakita menuliskan pesan terima kasihnya yang berbunyi, "Karna bantuan dari bapak, saat kuliah sy bisa terbang ke negri tirai bambu.. terimakasih bapak SBY".
Sementara itu, ulasan analisis mengenai perbedaan sistem komunikasi publik serta gaya kepemimpinan antargenerasi presiden diutarakan oleh warganet lain sekitar dua jam lalu.
Pengguna akun @ariantinatalias menyampaikan spekulasi personalnya di kolom komentar dengan menulis tanggapan panjang yang berbunyi, "Jaman Pak SBY, jubirnya bicara jujur dan presidennya mendengarkan, sedangkan yg skrg jubirnya bicara jujur presidennya ngamuk2, alhasil ketakutan terus, jd gak mau jujur. Fakta gak pernah nyampe dengan sebenar2nya. Ini cm asumsiku aja sih ya.".
Testimoni penutup mengenai dampak langsung kebijakan penambahan kuota pegawai negeri sipil yang menyejahterakan hajat hidup masyarakat kelas pekerja disampaikan oleh warganet sekitar satu jam lalu.
Netizen pemilik akun @yanielahh menuliskan ungkapan syukurnya secara tertulis di linimasa siber dengan kalimat, "Terima kasih pak SBY,,, berkat kepemimpinan beliau sy diangkat jd PNS".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads