Berita, Nasional

Kepala Bakom: Komunikasi Pemerintah Tak Cukup Proaktif, Harus Agresif

Repelita.id

28 April 2026 22:44 WIB

Kepala Bakom: Komunikasi Pemerintah Tak Cukup Proaktif, Harus Agresif
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan perlunya perubahan mendasar dalam gaya komunikasi pemerintah agar lebih aktif, responsif, dan tidak lagi bersifat pasif seperti sebelumnya.

Pernyataan tegas itu disampaikan Qodari usai acara serah terima jabatan Kepala Bakom RI yang digelar di Auditorium Bakom, Jakarta Pusat, pada Selasa, 28 April 2026.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Qodari menyinggung beragam respons warganet terhadap penunjukan dirinya bersama Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Ia mengutip komentar seorang pengamat di media sosial yang menilai bahwa keduanya memiliki gaya komunikasi yang cenderung agresif dan suka menyerang.

"Ada salah satu pengamat, beliau mengatakan ini kelihatannya Bapak Presiden mau ngajak perang ini karena yang ditunjuk Qodari dengan Hasan Nasbi katanya. Ini katanya duanya ini tipe penyerang, begitu. Wah ini ngajak ribut gitu," kata Qodari menirukan komentar publik.

Menanggapi hal tersebut dengan nada santai namun tegas, Qodari menjelaskan bahwa pola komunikasi publik saat ini telah mengalami perubahan drastis dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Menurutnya, kondisi komunikasi politik di era digital seperti sekarang ini menuntut setiap institusi termasuk pemerintah untuk memberikan respons yang lebih cepat dan terbuka.

"Saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus enggak ada yang jawab gitu ya? Gitu. Enak aja, sorry ye,” ujarnya dengan gaya bicara khasnya.

Ia menjelaskan bahwa arus informasi di era media sosial bergerak dengan kecepatan luar biasa sehingga pemerintah tidak bisa lagi bersikap bungkam atau diam.

"Karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan. Sampai titik tertentu saya sering bilang di podcast, ya sekarang ini mungkin era di mana your words against my words, gitu loh," jelasnya panjang lebar.

Qodari menegaskan bahwa komunikasi pemerintah ke depan tidak hanya cukup bersifat proaktif, tetapi harus lebih agresif dalam merespons berbagai isu publik yang berkembang.

"Jadi bukan cuma proaktif, tapi harus agresif. Nah ini bakal dikutip ramai ini nanti. Nggak apa-apa, your words against my words. Saya yakin dan percaya bahwa publik punya rasionalitasnya sendiri dan mayoritas akan mendukung program-program yang kita kerjakan karena betul-betul ditujukan untuk masyarakat Indonesia," tuturnya mengakhiri pernyataan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung