Berita, Nasional

Kepala BGN Sebut Motor SPPG untuk Daerah Sulit, Hilmi Firdausi: Andai Diberikan ke Guru dan Nakes Pasti Lebih Bermanfaat

Repelita.id

09 April 2026 22:11 WIB

Kepala BGN Sebut Motor SPPG untuk Daerah Sulit, Hilmi Firdausi: Andai Diberikan ke Guru dan Nakes Pasti Lebih Bermanfaat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait pengadaan sekitar 20 ribu unit motor untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Dadan menyebut bahwa pengadaan motor tersebut memang ditujukan khusus untuk wilayah dengan akses transportasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

ADVERTISEMENT

Saat hadir dalam taklimat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Dadan mengungkapkan pengadaan ini masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.

Realisasi pengadaan motor tersebut tercatat sebanyak 21.801 unit dari total 25.000 unit yang awalnya dipesan oleh pihak BGN.

"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," kata Dadan menjelaskan target distribusi.

Motor untuk SPPG ini diutamakan bagi wilayah-wilayah dengan akses transportasi terbatas demi kelancaran penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Program ini kan menjangkau daerah-daerah yang akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang memang hanya bisa dengan motor," tambahnya.

Merespons kebijakan tersebut, ustaz Hilmi Firdausi lantas berkomentar soal bantuan motor listrik dari negara yang menurutnya bisa dialihkan ke sektor lain.

Ia berandai-andai apabila motor listrik tersebut diberikan kepada para guru di pedalaman atau tenaga kesehatan di daerah terpencil.

“Membayangkan andai saja motor bantuan negara untuk para penyuluh (yang ikut membantu distribusi MBG) diberikan kepada guru-guru di pedalaman, guru-guru honorer yang telah lama mengabdi atau nakes di daerah terpencil,” katanya dalam cuitan di akun X miliknya.

Menurut Hilmi, jika motor tersebut dialihkan ke para guru dan tenaga kesehatan, pasti akan terasa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Namun ia mengaku terlalu banyak berandai-andai dan segera meminta maaf atas cuitannya tersebut.

“Pasti akan lebih bermanfaat. Ah, saya ini kebanyakan berandai-andai… maaf ya para guru dan nakes,” pungkas Hilmi Firdausi mengakhiri pernyataannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung