Berita, Timur Tengah

Kepala kehakiman sebut Iran tidak sambut perang: Tapi tak korbankan kehormatan kami!

Repelita.id

02 May 2026 21:39 WIB

Kepala kehakiman sebut Iran tidak sambut perang: Tapi tak korbankan kehormatan kami!
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Kepala lembaga kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, menegaskan bahwa meskipun negaranya tidak menyambut perang dalam bentuk apa pun, Republik Islam tidak akan pernah mengorbankan nilai-nilai dan kehormatan bangsanya demi menghentikan konflik.

"Kami tidak menginginkan perang, maupun kelanjutannya. Namun kami sama sekali tidak bersedia meninggalkan prinsip dan nilai-nilai kami di hadapan musuh jahat ini hanya demi mencegah perang atau menghentikan kelanjutannya," ujar Mohseni-Ejei dalam pidatonya yang disiarkan pada Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Pernyataan tegas tersebut disampaikan hanya sehari setelah Iran menyerahkan proposal terbaru untuk negosiasi kepada mediator di Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Proposal baru itu diajukan di tengah situasi gencatan senjata yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, meskipun kedua negara saling melontarkan tuduhan pelanggaran atas kesepakatan rapuh tersebut.

Gencatan senjata yang telah memasuki minggu ketiga ini diklaim oleh masing-masing pihak sebagai hasil dari tekanan dan superioritas militer mereka di kawasan.

AS sebelumnya menuduh Iran terus melakukan aktivitas provokatif di Selat Hormuz, sementara Teheran membalas dengan tuduhan bahwa Washington melanggar wilayah udaranya dengan penerbangan drone mata-mata.

Mohseni-Ejei dalam pidatonya tidak menyebut secara spesifik tuntutan atau konsesi apa yang ditawarkan Iran dalam proposal terbaru kepada Pakistan.

Namun, sumber diplomatik yang dekat dengan mediator menyebut bahwa proposal tersebut mencakup janji Iran untuk menahan diri dari aksi militer lebih lanjut di laut.

Sebagai imbalannya, Teheran meminta jaminan keamanan dari AS serta pembebasan bertahap aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa militernya telah menyelesaikan serangkaian latihan besar di dekat Selat Hormuz sebagai pesan kepada Washington.

Latihan yang melibatkan ratusan kapal cepat dan ribuan rudal tersebut menurut Bagheri bertujuan untuk menunjukkan bahwa Iran siap mempertahankan kedaulatan wilayahnya dengan cara apa pun.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menolak berkomentar banyak mengenai proposal Iran, hanya mengatakan bahwa setiap kesepakatan harus dapat diverifikasi sepenuhnya oleh inspektur internasional.

Teheran selama ini bersikeras bahwa program nuklirnya sepenuhnya untuk tujuan damai dan menolak tuntutan AS untuk menghentikan pengayaan uranium hingga tingkat 60 persen.

Pengayaan uranium 60 persen hanya selangkah lagi dari tingkat senjata 90 persen, dan AS khawatir Iran dapat memproduksi bom nuklir dalam hitungan minggu jika memutuskan untuk memiliterisasi programnya.

Para analis di Teheran menilai bahwa pernyataan Mohseni-Ejei merupakan sinyal bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan maksimum AS meskipun negaranya lelah akibat perang berkepanjangan.

Sanksi ekonomi yang belum sepenuhnya dicabut dan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu telah melemahkan ekonomi Iran secara signifikan.

Namun, pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi tidak boleh menjadi ajang bagi AS untuk memaksakan kehendaknya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung