Berita, Nasional

Kepala KSP Bantah Prabowo Antikritik, Tegaskan yang Ditekankan soal Penggunaan Data yang Akurat

Repelita.id

16 April 2026 21:00 WIB

Kepala KSP Bantah Prabowo Antikritik, Tegaskan yang Ditekankan soal Penggunaan Data yang Akurat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki sikap antikritik terkait polemik pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya soal pengamat inflasi ditepis oleh Kepala Kantor Staf Presiden Muhammad Qodari.

"Enggak antikritik.

ADVERTISEMENT

Yang ditekankan itu harusnya adalah soal penggunaan data yang tepat dan akurat dalam memberikan pendapat.

Jadi pakai data, pakai teori," kata Qodari kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin, 13 April 2026.

Qodari menjelaskan bahwa standar penggunaan data dan teori yang valid seharusnya menjadi landasan utama bagi siapa pun dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pintu kritik tetap terbuka lebar selama kritik tersebut disampaikan dengan basis data yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Karena kan pengamat itu biasanya berasal dari latar belakang akademiklah, kira-kira begitu.

Kalau datanya akurat, no problem," pungkas Qodari.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat dalam konferensi pers di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 10 April 2026.

Ia melihat adanya kecenderungan meningkatnya jumlah pengamat yang memberikan pandangan di luar bidang keahliannya sehingga memicu distorsi informasi di ruang publik.

"Sekarang ini ada satu fenomena.

Apa itu?

Ada yang namanya inflasi pengamat.

Jadi banyak sekali pengamat, oke," ujar Teddy saat itu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung