Berita, Internasional

Kesal dengan Iran, Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump

Repelita.id

01 May 2026 14:48 WIB

Kesal dengan Iran, Trump Ubah Nama Selat Hormuz Jadi Selat Trump
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah gambar peta yang mengubah nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump" di akun Truth Social miliknya pada Kamis (30/4/2026) .

Gambar tersebut menampilkan peta berwarna Teluk Persia dan Teluk Oman dengan sejumlah kapal tanker yang melintasi jalur perairan yang kini diberi label "Trump Strait" .

ADVERTISEMENT

Unggahan kontroversial ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran terkait blokade laut yang diberlakukan AS di perairan strategis tersebut .

Bukan kali pertama Trump menyebut Selat Hormuz dengan namanya sendiri karena pada Maret 2026 ia pernah melontarkan lelucon yang sama saat berpidato di forum investasi FII Priority di Miami .

"Itu bukan Selat Hormuz, maaf. Itu adalah 'Selat Trump'," ujar Trump saat itu sambil tertawa dan mengatakan bahwa media akan mengomentari kesalahan yang disengajanya itu .

Sebelumnya pada 17 April 2026, Trump justru menyebut jalur minyak strategis itu sebagai "Selat Iran" dalam unggahan yang berterima kasih kepada pemerintah Iran .

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons tindakan Trump tersebut melalui unggahan di X pada hari yang sama .

Araghchi mengkritik Trump karena mengubah nama Selat Hormuz sembari mengapresiasi presiden AS itu karena menggunakan istilah yang benar yaitu "Teluk Persia" bukan "Teluk Arab" yang kerap digunakan Pentagon .

"Hari ini adalah Hari Teluk Persia di Iran, menandai pengusiran bangsa kami terhadap Portugis dari Selat Hormuz 400 tahun lalu. Namun menyebut Hormuz dengan nama lain adalah 'kesalahan yang mengerikan'," tulis Araghchi .

Sebelum insiden ini, Trump juga pernah menyatakan penyesalannya karena Selat Hormuz tidak dinamai menurut namanya dalam wawancara dengan Fox Business pada 15 April 2026 .

"Kalian bisa menyebutnya Selat Hormuz. Satu-satunya nama yang tidak bisa kalian berikan pada selat ini adalah 'Selat Trump'. Mereka tidak menyukai ide itu," kata Trump dalam wawancara tersebut .

Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah Rusia, Alexey Chepa, menilai unggahan Trump tersebut sebagai upaya presiden AS untuk meninggalkan jejak sejarah melalui egonya .

"Kita tahu Trump menyukai hal semacam ini. Ini sesuai dengan egonya. Ini adalah bagian dari karakter politik dan kehidupan politiknya," ujar Chepa dikutip dari Sputnik .

Trump juga sebelumnya telah menandatangani perintah eksekutif pada Januari 2025 yang mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" dan mengembalikan nama Gunung McKinley untuk menggantikan Denali .

Ia bahkan mengakui sempat mempertimbangkan untuk menamai Teluk Meksiko sebagai "Teluk Trump" sebelum akhirnya memutuskan nama "Teluk Amerika" .

Sementara itu, Trump terus mempertahankan blokade laut di Selat Hormuz untuk menekan Iran secara finansial hingga kesepakatan nuklir baru tercapai .

Ia menyatakan bahwa blokade tersebut akan berlangsung hingga Iran "menyerah" dan bersedia menerima persyaratan yang diajukan Amerika Serikat .

Para analis menilai bahwa tindakan Trump mengganti nama Selat Hormuz merupakan bagian dari tekanan psikologis dan politik terhadap Iran di tengah kebuntuan negosiasi yang berkepanjangan .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung