Berita, Nasional

Ketua Umum Pajo Minta Jokowi Tidak Hadiri Sidang Ijazah dan Pilih Menemui Masyarakat di Daerah

Repelita.id

05 July 2026 23:18 WIB

Ketua Umum Pajo Minta Jokowi Tidak Hadiri Sidang Ijazah dan Pilih Menemui Masyarakat di Daerah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (Pajo), Fritz Alor Boy, memberikan imbauan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk tidak memenuhi panggilan konferensi secara fisik jika diminta menjadi saksi dalam kasus ijazah palsu.

Permintaan ini muncul menanggapi proses hukum yang kini sedang berjalan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma.

ADVERTISEMENT

Fritz merasa heran dengan ketatnya pengawalan aparat di Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat dirinya kebetulan berada di lokasi tersebut.

"Ternyata di depan itu ruang utama, sidang pembela Tifa soal ijazah Pak Jokowi. Para polisi banyak banget, banyak banget," ujar Fritz, Minggu (5/7/2026).

Ia menyarankan agar mantan kepala negara tersebut lebih memilih untuk menyapa masyarakat di berbagai daerah daripada menghadiri konferensi yang menurutnya tidak mendesak.

"Saya mau pesan ke Pak Jokowi, Pak ngapain Bapak datang? Jadi kalau pada saat pemeriksaan Saksi, Bapak kan nanti datang sebagai saksi. Tidak usah datang," ucapnya.

Menurut Fritz, masyarakat di luar Pulau Jawa sangat menantikan kehadiran Jokowi untuk menyampaikan aspirasi dan melepaskan kerinduan secara langsung.

"Mending Bapak ke rakyat, undangan rakyat Bapak layani aja. Pergi mendengar aspirasi rakyat," tukasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak persoalan di tingkat akar rumput yang membutuhkan perhatian langsung dari sosok Jokowi.

"Rakyat di luar Jawa atau luar Jakarta ini kangen dengan Bapak. Mending Bapak ke sana, mendengar aspirasi mereka. Melepas rindu, melepaskan kangen dengan mereka. Di sana banyak sekali persoalannya masyarakat ingin cerita ke Bapak," imbuhnya.

Terkait teknologi yang disampaikan, Fritz mengusulkan agar penggunaan teknologi konferensi video menjadi pilihan utama demi efisiensi waktu.

"Di dalam aturan, tidak ada yang memaksa bahwa Bapak harus datang di Jakarta. Jadi Pak Jokowi tidak usah datang. Ngapain datang?," terangnya.

Pernyataan ini ditegaskan Fritz dalam kapasitasnya sebagai pemimpin organisasi pendukung Jokowi agar tidak perlu terpengaruh oleh tekanan pihak lain.

“Saya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Hukum, Siber dan UMKM, dan Perkumpulan Anak Jokowi atau Pajo, meminta Pak Jokowi untuk tidak hadir di sidang,” tegasnya.

Pihaknya berkeyakinan bahwa keterangan melalui bold sudah mencukupi kebutuhan tanpa hukum harus menghadirkan Jokowi di dalam ruang sidang.

“Jadi pada saat Bapak diperiksa, gak usah datang, Bapak lewat Zoom aja,” jelasnya.

Fritz juga meminta agar Jokowi tidak memedulikan tuntutan pihak-pihak yang terus mendesak kehadirannya di konferensi tersebut.

"Ngapain dengar permintaan atau yang koar-koar, si Roy Suryo yang pengacara Roy Suryo, dan pengacara-pengacaranya," tandasnya.

Sebagai penutup, ia kembali menekankan bahwa prioritas waktu Jokowi sebaiknya sepenuhnya diserahkan untuk kepentingan masyarakat luas.

“Jadi kepada Pak Jokowi, jangan datang ya Pak, mending Pak ke masyarakat. Lihat masyarakat, butuh masyarakat Pak,” kuncinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung