Repelita [Jakarta] - Peringatan momentum dua puluh delapan tahun gerakan reformasi nasional diwarnai dengan ulasan kilas balik mengenai dinamika perebutan kekuasaan eksekutif tertinggi pada masa transisi ketatanegaraan silam.
Catatan sejarah mengenai konstelasi politik pasca-tumbangnya Orde Baru tersebut dibedah secara mendalam melalui program bincang politik yang disiarkan oleh saluran YouTube resmi milik @ReflyHarun.
ADVERTISEMENT
Narasumber membeberkan sebuah rahasia besar mengenai adanya peluang emas bagi salah satu tokoh frontliner pergerakan untuk menduduki kursi kepresidenan pada sidang umum tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan.
Amien Rais mengungkapkan kesaksian spiritualnya mengenai penolakan taktis atas daulat politik yang diberikan oleh jajaran elite partai koalisi Poros Tengah kala itu.
Dalam dialog tersebut, beliau mengenang pesan mendalam dari sang ibunda yang melarangnya mengambil jatah kekuasaan di luar mandat sumpah jabatan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ia menirukan kembali ucapan sang ibu yang mengunci langkah politiknya pada lembaga legislatif tertinggi dengan menyatakan "Amin saya lihat di televisi itu kamu sudah disumpah dibawa Al-Qur'an sebagai ketua MPR untuk 5 tahun ya jadi kavlingmu ya jadi kavling ya orang Belanda kavlingmu itu itu di MPR untuk 5 tahun biarkanlah presiden diambil yang lain kan kamukan Gusur ya Bu saya bilang Pak the game is over ya".
Pilihan moral untuk mendahulukan ukhuwah islamiah ketimbang syahwat jabatan pribadi tersebut pada akhirnya melapangkan jalan bagi Abdurrahman Wahid untuk memimpin republik.
Lebih lanjut, ia memberikan pembelaan hukum atas tuduhan sepihak yang menyebut dirinya sebagai aktor tunggal di balik proses pemakzulan presiden keempat di tengah jalan.
Langkah penggalangan sidang istimewa tersebut diklaim murni sebagai representasi dari akumulasi kegelisahan seluruh fraksi parlemen terhadap rentetan pernyataan istana yang dinilai memicu ketidakstabilan nasional.
Sebagai penutup ulasan momentum sejarah bangsanya, tokoh senior ini mengingatkan generasi muda untuk tetap menjaga komitmen moralitas bernegara serta berani bersuara kritis demi mencegah meluasnya praktik korupsi dan bangkitnya kekuatan oligarki baru di lingkaran kekuasaan saat ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok