Repelita [Jakarta] - Sorotan publik atas keabsahan dokumen tingkat menengah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergulir di tengah kehebohan acara sayembara.
Penjelasan mendetail mengenai riwayat pendidikan sang wakil presiden di luar negeri kembali dipaparkan mantan politisi Ade Armando.
ADVERTISEMENT
Ia menegaskan agar publik membedakan antara lulusan sekolah dalam negeri dengan lulusan sekolah luar negeri.
“Kita semua harus tahu Gibran memang tidak pernah lulus SMA di Indonesia," kata Ade Armando dalam tayangan di akun Instagram pribadinya.
Penjelasan tersebut merujuk pada rekam jejak studi yang ditempuh Gibran di Singapura serta Australia.
Gibran mencatatkan riwayat belajar di Orchid Park Secondary School Singapura pada kurun 2002 sampai 2004.
Jenjang berikutnya ditempuh melalui lembaga UTS Insearch di Sydney Australia pada kurun 2004 hingga 2007.
“Dia tidak punya ijazah SMA karena dia mengikuti proses pendidikan sekolah menengah di luar negeri yang setara dengan SMA di Indonesia," ujar Ade Armando.
Kualifikasi akademik tersebut diteruskan ke jenjang perguruan tinggi di Management Development Institute of Singapore.
Seluruh rangkaian dokumen pendidikan tersebut ditegaskan telah memiliki keabsahan resmi melalui mekanisme pemerintah.
“Ya setara, dan itu ditetapkan melalui surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ungkapnya.
Prosedur penyetaraan tersebut dinilai sudah secara otomatis mengesahkan status kualifikasi pendidikan menengah yang bersangkutan.
“Kementerian konsisten dengan jawabannya sehingga sebenarnya secara hukum tak ada lagi keraguan tentang jenjang pendidikan sekolah menengah yang pernah diikuti Gibran," jelas Ade Armando mengakhiri keterangannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok