Berita, Nasional

Komdigi Disebut Sakit Gigi, Bukan Klarifikasi Soal Amien Rais

Repelita.id

03 May 2026 13:16 WIB

Komdigi Disebut Sakit Gigi, Bukan Klarifikasi Soal Amien Rais
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, menyampaikan kritik tajam terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital dalam menanggapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada 30 April 2026.

Fadillah menilai bahwa respons Komdigi bukannya memberikan klarifikasi melainkan justru terkesan sakit gigi dengan langsung mengancam jalur hukum.

ADVERTISEMENT

Ia menyoroti pernyataan Menteri Meutya Hafid yang mengadakan konferensi pers dan mengumumkan secara resmi bahwa pandangan Amien Rais adalah hoaks, fitnah, serta mengandung unsur kebencian.

Menurut Fadillah, Komdigi seharusnya mampu menunjukkan secara rinci bagian mana dari pernyataan Amien yang masuk kategori hoaks agar tidak terkesan berbicara tanpa bukti.

Ia juga mempertanyakan tuduhan fitnah yang dilontarkan Komdigi karena suatu peristiwa belum bisa disebut fitnah sebelum terbukti sebaliknya.

Fadillah berargumen bahwa jika Amien Rais disebut memfitnah Teddy Indra Wijaya sebagai gay, maka Komdigi wajib membuktikan terlebih dahulu bahwa Teddy tidak gay dan berjiwa laki-laki normal.

Ia menegaskan bahwa status Teddy sebagai Letnan Kolonel dari kesatuan Kopassus sama sekali tidak bisa dijadikan bukti mengenai orientasi seksual seseorang.

Dalam tulisannya, Fadillah menyatakan bahwa tidak terlihat adanya unsur kebencian dalam pernyataan Amien melainkan justru rasa sayang untuk menjaga Istana tetap bersih.

Ia menilai bahwa maksud Amien Rais adalah agar Kepala Negara dapat selamat dari pengaruh buruk orang-orang yang berada di sekelilingnya.

Fadillah mengajak Meutya Hafid untuk mendengarkan secara utuh seluruh pernyataan Amien kemudian menyimpulkannya dengan jernih bukan berdasarkan prasangka atau rasa benci.

Ia juga menegaskan bahwa Amien Rais tidak sedang menyerang personal Kepala Negara melainkan mengingatkan tentang bahaya Teddy Indra Wijaya bagi Presiden Prabowo.

Fadillah menyebut Teddy sebagai tentara kontroversial yang jenjang karirnya melompat-lompat dan bahkan terkesan kurang ajar dalam bertindak.

Ia mengingatkan bahwa aspek moral menjadi perhatian utama mengingat Amien Rais adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan mantan Ketua MPR.

Menurut Fadillah, Amien Rais bertausiyah atas dasar panggilan keagamaan karena hancur negara jika dipimpin oleh orang dengan nilai moral atau keagamaan yang menyimpang.

Ia berpandangan bahwa Menteri Komdigi semestinya membantu dan membuka jalan bagi klarifikasi bukan malah bereaksi dengan ancaman hukum.

Fadillah menilai fitnah publik mengenai hubungan tidak wajar antara Prabowo dan Teddy telah lama terjadi sehingga perlu dihentikan bersama secara bijak.

Solusi terbaik menurutnya adalah menjauhkan Teddy Indra Wijaya dari sisi Presiden Prabowo Subianto secara bertahap.

Ia memperingatkan bahwa jika tidak bisa menjauhkan Teddy maka pandangan publik akan terbukti benar di kemudian hari.

Fadillah mengakhiri tulisannya dengan peringatan agar Indonesia tidak menjadi negara serba palsu mulai dari ijazah palsu, pangkat palsu, wapres palsu, hingga kelamin palsu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung