Repelita Washington - Parlemen Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan mengenai gugurnya puluhan jet tempur andalan Washington sejak eskalasi pertempuran bersenjata melawan militer Iran meletus.
Informasi sensitif mengenai runtuhnya kekuatan alutsista udara tersebut mencuat dalam rapat dengar pendapat komisi khusus pertahanan, namun jajaran petinggi Pentagon memilih bersikap tertutup.
ADVERTISEMENT
Anggota Kongres dari Partai Demokrat Ed Case secara lugas memojokkan manajemen anggaran militer saat berhadapan langsung dengan Kepala Keuangan Pentagon Jay Hurst.
Ed Case mempertanyakan perhitungan beban pemulihan armada yang hancur di medan tempur dengan melayangkan interupsi yang berbunyi, "Kita kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut data The War Zone, dan itu telah berusia satu bulan,".
Mendapat cecaran tajam dari pihak legislatif, otoritas keuangan kementerian pertahanan paman sam berupaya mengalihkan pembicaraan dan enggan mengonfirmasi keabsahan data rilis media tersebut.
Jay Hurst berkilah bahwa penentuan estimasi kerugian finansial dari burung-burung besi yang hancur di wilayah udara Timur Tengah sangat sulit dilakukan secara instan dengan memaparkan, "Ada biaya di sana, Pak, tapi saya ingin kembali kepada anda soal tulisan dan spesialisasi mereka (The War Zone), karena, seperti yang bisa anda bayangkan, perbaikan pesawat adalah sesuatu yang sulit untuk dikalkulasi."
Pihak birokrasi pertahanan bersikeras menahan informasi detail mengenai jumlah jet siluman yang jatuh dan memilih menunggu hasil investigasi teknis melalui pernyataan tambahan berbunyi, "Kami ingin melakukan diagnoisis penuh terhadap pesawat-pesaat itu sebelum memperkirakan biayanya,".(*)
Editor: 91224 R-ID Elok