Repelita [Jakarta] - Lembaga antirasuah membongkar adanya temuan mutasi dana mencurigakan berskala besar yang mengalir ke rekening puluhan pegawai negeri sipil pada instansi otoritas keimigrasian nasional sepanjang kurun waktu enam tahun terakhir.
Berdasarkan hasil pelacakan komprehensif akumulasi modal keuangan yang berputar pada kluster tersebut menembus angka ratusan miliar rupiah di mana porsi pendapatan resmi kedapatan sangat minim.
ADVERTISEMENT
“Dari total aliran uang tersebut, hanya sebesar Rp9,7 miliat atau sekitar tigas persen yang bersumber dari gaji atau tunjangan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Pihak komisi menjelaskan sisa persentase dominan dari dana bernilai fantastis tersebut diyakini bersumber dari setoran para pihak yang tengah mengurus berbagai dokumen legalitas perjalanan luar negeri di tanah air.
Beberapa instrumen pelayanan administrasi yang ditengarai menjadi ladang transaksi gelap itu meliputi penerbitan dokumen visa, paspor, administrasi ketenagakerjaan asing, hingga perpanjangan masa tinggal berkala.
Seluruh rincian pergerakan modal janggal tersebut bersumber dari laporan analisis yang dikeluarkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyangkut puluhan rekening perbankan milik para oknum aparatur sipil negara.
Setyo memaparkan bahan keterangan intelijen finansial tersebut kemudian dijadikan pijakan kokoh oleh tim penindak untuk melancarkan operasi senyap di lapangan.
Eskalasi penyelidikan tertutup tersebut pada akhirnya berujung pada penangkapan tangan seorang pejabat tinggi setingkat wakil menteri pada kementerian yang baru dibentuk tersebut.
Sebelumnya jajaran penyidik mengonfirmasi telah melakukan serangkaian penindakan hukum di wilayah kerja Kantor Imigrasi Jakarta Barat yang sekaligus menandai operasi kesebelas sepanjang tahun berjalan ini.
Aksi penegakan hukum di area kerja kepabeanan tersebut difokuskan pada dugaan praktik suap pengurusan izin tinggal tetap maupun terbatas bagi warga negara asing.
Dalam operasi maraton yang berlangsung selama dua hari penuh tim penegak hukum berhasil mengamankan belasan orang yang terdiri dari unsur birokrat serta makelar dari pihak swasta.
Beberapa nama yang ikut terjaring di antaranya kepala kantor imigrasi setempat, pimpinan wilayah tingkat provinsi, hingga mantan pejabat pelaksana tugas direktorat jenderal keimigrasian.
Sementara itu Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim memilih kooperatif dengan menyerahkan diri langsung ke markas komisi antirasuah pascaoperasi berlangsung.
Hingga pada akhirnya otoritas resmi menetapkan status tersangka sekaligus melakukan penahanan terhadap jajaran pejabat teras tersebut setelah mereka terlihat mengenakan pakaian tahanan khusus lembaga.
Selain jajaran pimpinan utama terdapat empat pejabat fungsional setingkat kepala subdirektorat dan staf teknis alih status yang ikut dijebloskan ke dalam sel tahanan demi kepentingan penyidikan lanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok