Berita, Nasional

[KRISIS LISTRIK] Guntur Romli Soroti 5 Korban Tewas Akibat Blackout Sumatera, Desak PLN Bertanggung Jawab dan Beri Kompensasi Nyata untuk Warga serta UMKM

Repelita.id

26 May 2026 15:24 WIB

[KRISIS LISTRIK] Guntur Romli Soroti 5 Korban Tewas Akibat Blackout Sumatera, Desak PLN Bertanggung Jawab dan Beri Kompensasi Nyata untuk Warga serta UMKM
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politikus PDI Perjuangan, Guntur Romli, melontarkan kritik keras terkait insiden pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Pulau Sumatera. Ia menyoroti jatuhnya korban jiwa akibat gangguan distribusi listrik tersebut.

Melalui unggahan di akun media sosial Threads miliknya, Guntur Romli mencatat adanya lima orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Ia juga menambahkan bahwa sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

“5 orang meninggal akibat blackout PLN di Sumatera. Lainnya masih dirawat di rumah sakit,” tulisnya pada Selasa, 26 Mei 2026.

Selain dampak kemanusiaan, Guntur menyoroti kelumpuhan ekonomi yang dialami para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, operasional unit usaha kecil terhenti akibat ketiadaan pasokan listrik selama beberapa hari.

“Ratusan ribu UMKM lumpuh. Warung, bengkel, salon, pedagang kaki lima — semuanya berhenti?” tegasnya dalam unggahan yang sama.

Lebih jauh, ia mendesak pihak PLN agar tidak hanya mengandalkan permohonan maaf kepada masyarakat. Guntur menuntut tanggung jawab berupa kompensasi yang nyata atas kerugian yang dialami warga.

“Stok pangan membusuk. PLN hanya cukup minta maaf? Kompensasi cuma janji?” imbuh Guntur.

Gangguan kelistrikan ini sendiri berlangsung selama dua hari penuh, dari Jumat (22/05) hingga Minggu (24/05). Masyarakat melaporkan berbagai musibah yang menyertai pemadaman tersebut, termasuk kasus keracunan gas karbon monoksida dari genset hingga insiden fatal di perairan.

Menanggapi gejolak ini, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia mengklaim pihak perusahaan telah berupaya maksimal untuk menormalkan sistem kelistrikan di wilayah terdampak.

“Kami sekali lagi memberikan upaya terbaik, mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya, dan terus siaga agar sistem kelistrikan bisa segera pulih kembali,” ujar Darmawan.

Gangguan sistem ini ditengarai dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi. Dampak dari kerusakan teknis tersebut kemudian merambat dan menyebabkan pemadaman meluas ke berbagai provinsi di Sumatera (*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung