Repelita Washington DC - Di tengah lantangnya suara Presiden AS Donald Trump atas kekuatan militernya saat menghadapi Iran, pasukan di medan perang justru dilanda krisis makanan hingga banyak yang mengalami penurunan mental.
Paket berisi makanan ringan, perlengkapan kebersihan, hingga kaus kaki yang dikirim keluarga untuk para tentara Amerika di Timur Tengah kini terkatung-katung karena layanan pos militer dihentikan sementara akibat perang dengan Iran.
ADVERTISEMENT
Penangguhan itu terjadi sejak awal April 2026 setelah konflik AS-Israel dengan Iran memicu penutupan wilayah udara, sehingga pengiriman paket untuk para tentara AS dihentikan tanpa batas waktu.
Salah satu keluarga prajurit AS yang bertugas di USS Tripoli mengaku terkejut melihat foto makanan tidak layak yang viral untuk marinir, dengan porsi makan siang yang minim hanya sedikit daging dan satu tortilla.
Kami punya militer terkuat di dunia, seharusnya tidak kekurangan makanan atau kesulitan menerima kiriman, ujar ayah seorang marinir AS, Dan F, seperti dilansir USA Today pada Sabtu, 18 April 2026.
Keluhan serupa datang dari keluarga prajurit lain di kapal induk USS Abraham Lincoln yang melaporkan kualitas makanan buruk dan porsi tidak mencukupi, bahkan tanpa sayuran segar sama sekali.
Namun pihak militer membantah adanya krisis logistik, dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan setiap kapal memiliki persediaan makanan lebih dari 30 hari.
Para pelaut kami layak mendapatkan yang terbaik dan mereka menerimanya, tulis Hegseth di akun X miliknya membantah laporan yang beredar.
Seorang marinir di USS Tripoli mengungkapkan dalam pesan kepada keluarganya bahwa makanan dibagi rata dan persediaan diperkirakan akan menipis, dengan moral akan berada di titik terendah.
Keluarga dan komunitas di AS berupaya membantu dengan mengirim paket berisi makanan ringan, vitamin, hingga perlengkapan kebersihan, namun sebagian besar kiriman tertahan di fasilitas pos.
Seorang ibu di Texas mengaku telah menghabiskan lebih dari 2.000 dolar AS untuk mengirim paket kepada anaknya yang bertugas, namun belum satu pun tiba di tangan sang prajurit.
Menurut juru bicara militer, penangguhan ini disebabkan oleh penutupan wilayah udara dan dampak logistik lainnya akibat konflik dengan Iran sejak awal April 2026.
Pihak militer AS menyebut seluruh paket yang sudah dikirim akan disimpan hingga layanan kembali normal, tanpa ada satu pun yang dikembalikan ke pengirim.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok