Berita, Nasional

Kritik Arif Wicaksono: Pelatihan Militer Tak Akan Membuat Koperasi Desa Sukses Tanpa Kompetensi Manajerial

Repelita.id

03 July 2026 01:21 WIB

Kritik Arif Wicaksono: Pelatihan Militer Tak Akan Membuat Koperasi Desa Sukses Tanpa Kompetensi Manajerial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat politik dan ekonomi, Arif Wicaksono, melayangkan kritik terkait metode pelatihan bergaya militer yang diterapkan bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, pendekatan fisik tidak relevan untuk mengukur keberhasilan sebuah entitas bisnis koperasi.

ADVERTISEMENT

"Gagal paham pelatihan militer Kopdes. Membuat Kopdes untung, ukurannya bukan seberapa rapi barisannya," ujar Arif, Kamis (2/7/2026).

Ia menekankan bahwa indikator nyata sebuah koperasi sukses terletak pada kesehatan finansial, pertumbuhan jumlah anggota, serta efektivitas pencegahan korupsi.

Arif menilai bahwa kepiawaian manajerial tidak bisa disubstitusi dengan latihan fisik maupun pola kedisiplinan ala militer.

"Kompetensi manajerial tidak bisa digantikan dengan latihan militer. Mengelola koperasi bukan hal yang sederhana," ucapnya.

Seorang manajer ideal, lanjut dia, harus memiliki kecakapan teknis dalam membaca arus kas hingga menyusun strategi bisnis.

Ia menyarankan pemerintah lebih baik mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kapasitas SDM seperti digitalisasi, akuntansi, dan tata kelola organisasi.

"Kalau pemerintah ingin Kopdes benar-benar menjadi motor ekonomi desa, investasi terbesar seharusnya pada peningkatan kapasitas, akuntansi, pemasaran, digitalisasi, logistik, tata kelola, dan kepemimpinan organisasi," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa akar permasalahan kegagalan koperasi selama ini lebih banyak disebabkan oleh tata kelola buruk dan rendahnya transparansi.

"Sejarah menunjukkan banyak koperasi gagal bukan karena kurang semangat atau kurang disiplin, melainkan karena tata kelola yang buruk, lemahnya transparansi, konflik kepentingan, dan rendahnya kemampuan mengelola usaha," paparnya.

Arif berharap agar kebijakan ke depan lebih berorientasi pada penguatan sistem pengawasan dan pengambilan keputusan berbasis data, bukan sekadar komando.

"Koperasi adalah badan usaha milik anggota, bukan organisasi yang bertumpu pada rantai komando," tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung