Repelita [Jakarta] - Perdebatan mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto terus memantik respons dari berbagai kalangan politik nasional.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memandang masukan yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal sebagai hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan layak menjadi bahan pertimbangan pemerintah.
ADVERTISEMENT
Menurut Andreas, pengalaman Dino di bidang diplomasi memberi bobot tersendiri terhadap pandangan yang ia sampaikan terkait aktivitas Presiden di panggung internasional.
Karena itu, Andreas menilai pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka manfaat serta capaian yang diperoleh dari setiap agenda luar negeri Presiden agar masyarakat dapat memahami hasil yang diperoleh negara.
Ia juga mendorong Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan laporan kinerja yang lebih komprehensif mengenai dampak kunjungan tersebut terhadap kepentingan Indonesia.
Di sisi lain, pandangan berbeda datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman yang menilai kritik Dino Patti Djalal kurang tepat disampaikan dengan cara yang digunakan saat ini.
Habiburokhman menyebut latar belakang Dino sebagai mantan pejabat di lingkungan Kementerian Luar Negeri semestinya membuat penyampaian kritik dilakukan melalui mekanisme yang lebih proporsional.
Menurutnya, model komunikasi yang digunakan Dino tidak mencerminkan etika yang seharusnya dijaga oleh figur yang pernah menjadi bagian dari pemerintahan.
Ia pun meminta Dino menghormati Presiden Prabowo yang saat ini sedang menjalankan amanah pemerintahan dan tugas-tugas kenegaraan di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok