Berita, Nasional

Kritik Pedas Andi Sinulingga: Menteri Raja Juli Dulu Caci Prabowo, Kini Kinerja Buruk

Repelita.id

03 September 2026 23:13 WIB

Kritik Pedas Andi Sinulingga: Menteri Raja Juli Dulu Caci Prabowo, Kini Kinerja Buruk
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perbincangan hangat mendadak mencuat di ruang publik maya akibat silang pendapat antara figur politik nasional terkait kinerja pejabat negara.

Ketegangan bermula ketika akun media sosial @AndiSinulingga

ADVERTISEMENT

melayangkan kritik tajam menanggapi pemberitaan mengenai pernyataan kontroversial seorang menteri kabinet.

Kritik pedas tersebut disampaikan secara terbuka di dunia maya tanpa ragu-ragu untuk menyoroti rekam jejak serta perilaku sang pejabat bersangkutan.

Adapun postingan yang memicu reaksi keras tersebut bersumber dari tanggapan akun @kompascom

yang diunggah pada 2 Sep 2026 mengenai isu lingkungan hidup.

Dalam unggahan media sosial itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa asap kebakaran lahan dan hutan tidak mempunyai KTP.

Pejabat tersebut kemudian menyoroti persoalan asap karhutla di Serawak, Malaysia, yang diklaim juga bisa masuk ke wilayah teritorial Indonesia.

Pernyataan kontroversial dari sang menteri langsung memancing respons menohok dari politisi senior yang menilai perilaku masa lalu pejabat tersebut tidak sejalan dengan kinerjanya sekarang.

Melalui akun pribadinya, @AndiSinulingga

menuliskan komentar pedas berbunyi Ini orang dulu ampuun deh mulutnya, mencaci lawan politik, termasuk ngata²in pak Prabowo.

Politisi tersebut menambahkan kritik tajam dengan kalimat Lalu keberuntungan datang padanya jadi pejabat negara, yg terlihat justru dia tak lebih baik dari orang² yg dia kata²in sebelumnya, kinerjanya buruk, yg terlihat malah kasus berbau amis.

Interaksi digital yang sarat dengan muatan kritik tajam ini sontak menarik perhatian luas dari kalangan warganet di berbagai platform media sosial.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung