Repelita Jakarta - Kritikus pendidikan dan transportasi Darmaningtyas melontarkan kritik keras terkait wacana kenaikan harga BBM di tengah konflik Timur Tengah dengan menegaskan bahwa pemerintah seharusnya sejak lama membangun sistem angkutan umum yang kuat agar ketergantungan terhadap BBM bisa ditekan.
“Apakah syarat untuk jadi pejabat di negeri ini harus goblok dan tidak mendengarkan suara publik?” ujar Darmaningtyas dalam pernyataannya pada Rabu (1/4/2026).
ADVERTISEMENT
Ia mengaku telah lama mendorong pemerintah untuk memperkuat angkutan umum sebagai solusi efisiensi energi sejak kenaikan harga BBM pada 2005.
“Sejak kenaikan harga BBM 2005 saya sudah sering kampanye, bangun angkutan umum di seluruh daerah,” lanjutnya.
Darmaningtyas menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik dapat mengurangi dampak kenaikan harga BBM karena angkutan umum lebih hemat energi.
“Karena angkutan umum lebih hemat energi, tapi nyatanya Pemerintah tidak melakukannya,” kuncinya.
Sebelumnya, pemerintah secara resmi memastikan tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April 2026 baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi, membantah isu yang sempat viral di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Menteri Sekretaris Negara dalam keterangan resmi pada Selasa (31/3/2026).
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya karena ketersediaan BBM dijamin dan harga tidak terjadi penyesuaian.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok